Logo Kabarpemerintah
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Hilirisasi Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemakmuran. Komitmen Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Targetkan Sekolah Modern dan Berbasis Teknologi Rampung 2028. Dari MBG hingga Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Dorong Arus Ekonomi Kembali ke Rakyat.

Waspada Hewan Kurban Sakit, DKPP Sumenep Kerahkan 47 Nakeswan ke Lapak Dadakan

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 23 May 2026 14:22

Waspada Hewan Kurban Sakit, DKPP Sumenep Kerahkan 47 Nakeswan ke Lapak Dadakan

FOTO: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Chainur Rasyid Saat memantau kondisi ternak, mendekati hari pelaksanaan Iduladha. Dok. Istimewa

SUMENEP, KabarPemerintah.com - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Langkah ini dilakukan setelah petugas menemukan tiga ekor kambing yang terjangkit penyakit orf atau echtyma contagiosa di sejumlah lapak penjualan hewan kurban.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep langsung menerjunkan 47 tenaga kesehatan hewan (nakeswan) untuk melakukan pemeriksaan intensif di lapangan. Tim tersebut terdiri dari 20 tenaga medis veteriner dan 27 paramedis veteriner yang akan memantau kondisi ternak hingga mendekati hari pelaksanaan Iduladha.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan pengawasan dilakukan agar hewan kurban yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat dan memenuhi syarat kelayakan kurban.

“Pengawasan akan terus diperketat sampai hari H Iduladha untuk memastikan ternak yang dijual dalam kondisi sehat dan aman,” ujarnya.

Petugas nantinya akan turun langsung ke lapak-lapak penjualan hewan kurban untuk memeriksa kondisi fisik ternak, mendeteksi penyakit menular, hingga memastikan kelayakan hewan sesuai syariat kurban. Pemeriksaan dilakukan baik di wilayah daratan maupun kepulauan di Kabupaten Sumenep.

DKPP juga meminta pedagang segera memisahkan hewan yang sakit atau menunjukkan gejala penyakit menular agar tidak menyebar ke ternak lain. Pedagang diimbau tidak memaksakan menjual hewan yang kondisinya tidak sehat kepada masyarakat.

Saat ini, DKPP telah mendata sedikitnya delapan lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di sejumlah titik di Sumenep. Namun jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah karena mendekati Iduladha biasanya banyak muncul lapak penjualan dadakan.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang dan calon pembeli terkait ciri-ciri hewan kurban yang sehat. Masyarakat diminta lebih teliti sebelum membeli, terutama memastikan hewan tidak mengalami luka di area mulut, kulit, maupun tanda penyakit lainnya.

Penyakit orf sendiri merupakan penyakit kulit menular yang umum menyerang kambing dan domba. Meski tidak selalu mematikan, penyakit ini dapat menurunkan kualitas kesehatan hewan dan berpotensi menular ke ternak lain apabila tidak segera ditangani.

(MAM/RED)

← Kembali ke Daftar