Warga Batang-Batang Geger, Lansia Ditemukan Tewas Terbakar di Tegalan
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 29 Aug 2026 07:54
FOTO: Warga Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan dalam kondisi terbakar.
SUMENEP, KabarPemerintah.com – Warga Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan dalam kondisi terbakar. Korban ditemukan di area tegalan milik warga di Dusun Taroman, Jumat (28/8/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Suhaena (70), warga Dusun Karangkeng, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang.
Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh seorang warga bernama Busahna yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi.
Saat berada di area tegalan, Busahna mencium bau yang tidak sedap. Penasaran dengan sumber bau tersebut, dia kemudian melihat ke arah timur dan mendapati tubuh seseorang dalam kondisi terbakar.
Busahna lantas meminta bantuan warga sekitar. Nor Salam yang datang ke lokasi kemudian ikut melakukan pengecekan. Dari hasil identifikasi awal, jasad tersebut diketahui merupakan Suhaena.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Batang-Batang langsung mendatangi lokasi. Polisi kemudian mengamankan area dengan memasang garis polisi untuk menjaga tempat kejadian perkara (TKP).
Tim Identifikasi Polresta Sumenep juga diterjunkan untuk melakukan olah TKP. Sejumlah saksi dimintai keterangan guna mengetahui rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan dalam kondisi terbakar.
Setelah proses awal di lokasi selesai, jenazah Suhaena dievakuasi petugas Puskesmas Batang-Batang. Jasad kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Nyabakan Barat untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dari keterangan keluarga, Suhaena selama ini diketahui mengalami gangguan kejiwaan dan pikun. Korban juga memiliki kebiasaan merokok serta membakar sampah dan tumpukan kayu.
Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan pemeriksaan autopsi, baik luar maupun dalam. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh keluarga.
Keluarga untuk sementara menduga kejadian tersebut merupakan kecelakaan yang dialami korban sendiri.
Meski keluarga telah menyampaikan dugaan tersebut, kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur. Polisi melakukan olah TKP, mendata dan memeriksa saksi, mengumpulkan informasi serta melakukan dokumentasi di lokasi kejadian.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu melalui Kapolsek Batang-Batang AKP Ratman Desianto mengatakan, petugas telah melakukan langkah awal setelah menerima laporan penemuan jasad tersebut.
"Petugas telah mendatangi TKP, melakukan pengamanan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi Polresta Sumenep serta meminta keterangan dari saksi dan pihak keluarga. Penanganan dilakukan sesuai prosedur," kata Ratman.
Polisi mengimbau masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri terkait kejadian tersebut. Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai peristiwa itu diminta menyampaikannya kepada petugas.
Keterangan dari masyarakat dinilai penting untuk membantu polisi memastikan kronologi dan penanganan kasus tersebut secara menyeluruh.
(RSH/MAM)
← Kembali ke Daftar