Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8). Sempat menyentuh level tertinggi di 6.462,74, pergerakan indeks hari ini (11/8) diproyeksikan masih dibayangi koreksi terbatas dengan area support di kisaran 6.300.

Wapres Gibran Dorong Siswa SMK Belajar Langsung di Industri, Siapkan SDM Muda Siap Kerja

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 17 Oct 2026 03:31

Wapres Gibran Dorong Siswa SMK Belajar Langsung di Industri, Siapkan SDM Muda Siap Kerja

FOTO: Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat mengunjungi pabrik PT Insera Sena atau Polygon Bikes di Sidoarjo, Jawa Timur. Dok. Sekretariat Wakil Presiden

SIDOARJO, KabarPemerintah.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri. Langkah ini dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) muda yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Gibran saat mengunjungi pabrik PT Insera Sena atau Polygon Bikes di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan itu, dia meninjau proses produksi sekaligus melihat secara langsung kegiatan pembelajaran industri yang diikuti para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

Sejumlah siswa dari SMK Islam Krembung dan SMKN 2 Buduran mendapat kesempatan mengenal lingkungan kerja melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan kunjungan industri.

Menurut Gibran, pengalaman belajar langsung di perusahaan dapat memberikan pemahaman yang lebih nyata kepada siswa mengenai penggunaan teknologi, proses produksi, hingga keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Dia pun mengapresiasi perusahaan yang membuka kesempatan bagi pelajar untuk menimba pengalaman langsung di lingkungan industri.

Gibran menilai, hubungan antara lembaga pendidikan dan dunia usaha perlu diperkuat agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Penyelarasan atau link and match antara kurikulum sekolah dan kebutuhan industri dinilai penting untuk memperkecil kesenjangan keterampilan yang kerap menjadi tantangan bagi lulusan baru.

Karena itu, pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan teori di ruang kelas. Siswa juga perlu mendapat kesempatan untuk melihat penerapan ilmu, mengenali teknologi yang digunakan perusahaan, serta memahami standar kerja profesional.

"Kita perlu perpendek jarak antara dunia pendidikan dan dunia kerja dengan memberi anak muda kesempatan mempelajari teknologi dan cara kerja industri secara langsung," ujar Gibran.

Kolaborasi semacam ini diharapkan mampu membuat lulusan pendidikan vokasi lebih siap menghadapi persaingan kerja. Selain menguasai keterampilan teknis, para siswa juga perlu memahami perkembangan teknologi yang terus memengaruhi kebutuhan industri.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan pengalaman belajar di lingkungan industri secara maksimal.

Dia mendorong para pelajar untuk aktif menggali pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta membangun keberanian dalam menciptakan inovasi.

Kesempatan mengenal dunia kerja sejak bangku sekolah diharapkan menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia profesional setelah lulus.

Pengalaman tersebut juga dapat membantu siswa memahami bidang pekerjaan yang diminati sekaligus mengenali kompetensi yang masih perlu dikembangkan.

Penyelarasan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, perusahaan, hingga pemerintah. Kerja sama tersebut diperlukan agar proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi berlanjut pada penerapan keterampilan secara nyata.

Melalui program PKL dan kunjungan industri, siswa berkesempatan memahami tuntutan pekerjaan sekaligus mengenali perubahan teknologi yang digunakan dalam proses produksi.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung lahirnya tenaga kerja muda yang tidak hanya siap memasuki pasar kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan industri nasional.

Dorongan Wapres Gibran tersebut menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi perlu berjalan beriringan dengan kebutuhan dunia usaha. Dengan keterhubungan yang lebih erat antara sekolah dan industri, lulusan SMK diharapkan memiliki kompetensi yang relevan serta peluang lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar