Wamenkeu Suahasil: SiLPA Bukan Angka Tetap, Bergerak Dinamis Setiap Hari
Ditulis oleh herman - 06 May 2026 00:47
FOTO: Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat memberi penjelasan tentang SILPA. Dok. Biro KLI/Rizky Pambagio
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa posisi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) bukanlah angka yang bersifat tetap. Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026), saat menjawab berbagai pertanyaan awak media terkait perkembangan fiskal nasional.
Menurut Suahasil, nilai SiLPA sangat dinamis karena dipengaruhi oleh pergerakan kas negara yang terjadi setiap hari. Ia menjelaskan, perubahan tersebut berasal dari berbagai aktivitas, mulai dari penerimaan negara hingga belanja pemerintah dan pembiayaan.
“SiLPA itu berubah terus setiap hari. Ada uang masuk dari penerimaan, ada belanja keluar, dan ada juga pembiayaan. Jadi posisinya tidak pernah statis,” ujarnya.
Ia merinci bahwa fluktuasi tersebut antara lain dipicu oleh setoran pajak harian dari masyarakat dan pelaku usaha, arus masuk pembiayaan, serta realisasi pengeluaran negara yang berjalan secara rutin. Semua komponen itu membuat posisi kas negara terus bergerak mengikuti aktivitas ekonomi dan kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah.
Meski begitu, pemerintah tetap menjaga transparansi dengan melaporkan posisi SiLPA secara berkala kepada publik. Kementerian Keuangan, lanjutnya, secara konsisten menyajikan data tersebut dalam laporan bulanan sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan APBN.
“Setiap akhir bulan kita sampaikan laporan, sehingga publik bisa melihat dan menghitung posisi SiLPA secara jelas,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Suahasil juga mengapresiasi perhatian media dan pengamat ekonomi terhadap data fiskal. Ia menilai, kemampuan jurnalis dalam membaca dan mengolah data APBN kini semakin baik, bahkan mampu melakukan perhitungan mandiri terhadap posisi SiLPA.
“Saya mengapresiasi rekan-rekan media yang mengikuti perkembangan APBN dengan detail, bahkan sudah bisa menghitung sendiri dari data yang kami sajikan,” katanya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan fiskal negara tidak hanya bergantung pada angka akhir, tetapi juga pada dinamika harian yang mencerminkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
← Kembali ke Daftar