Logo Kabarpemerintah
IHSG ditutup menguat 0,87% atau naik 49,44 poin ke level 5.744,56 pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Penguatan ditopang optimisme pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga.

Viral di TikTok, Yayasan Griya Lansia dan Griya Yatim Klaim Bantuan Rp2 Miliar Dibatalkan, Sebut Sempat Diminta Kembalikan Dana

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 14 Jul 2026 02:09

Viral di TikTok, Yayasan Griya Lansia dan Griya Yatim Klaim Bantuan Rp2 Miliar Dibatalkan, Sebut Sempat Diminta Kembalikan Dana

FOTO: Pernyataan perwakilan Yayasan Griya Lansia Malang dan Yayasan Griya Yatim serta Balita Sidoarjo. Dok. Istimewa

SIDOARJO, KabarPemerintah.com – Video pernyataan perwakilan Yayasan Griya Lansia Malang dan Yayasan Griya Yatim serta Balita Sidoarjo menjadi perbincangan di media sosial setelah viral di TikTok. Dalam video tersebut, pihak yayasan mengungkapkan bahwa bantuan senilai Rp2 miliar yang sebelumnya dijanjikan oleh Bani Insan Peduli batal direalisasikan. Bahkan, dana yang telah lebih dulu ditransfer disebut diminta untuk dikembalikan.

Pernyataan itu disampaikan secara terbuka pada Sabtu (11/7/2026) usai salat Subuh. Pihak yayasan menjelaskan bahwa informasi tersebut disampaikan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat agar tidak muncul kesalahpahaman terkait kabar yang beredar.

Menurut perwakilan yayasan, beberapa bulan sebelumnya pendiri Bani Insan Peduli, Ali Zainal Abidin, datang langsung ke lokasi dan menyampaikan komitmen bantuan masing-masing sebesar Rp1 miliar untuk Yayasan Griya Lansia Malang dan Rp1 miliar bagi Yayasan Griya Yatim serta Balita Sidoarjo.

Komitmen itu, lanjutnya, disampaikan di hadapan banyak orang sehingga memberikan harapan besar bagi pengelola yayasan untuk mengembangkan fasilitas dan pelayanan bagi para lansia maupun anak-anak asuh.

Namun, pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 13.35 WIB, pihak yayasan mengaku menerima kabar bahwa bantuan tersebut dibatalkan. Hingga kini, mereka mengaku belum memperoleh penjelasan resmi mengenai alasan pembatalan tersebut.

Meski demikian, pihak yayasan menduga keputusan itu berkaitan dengan penolakan terhadap sejumlah persyaratan yang diajukan oleh pihak pemberi bantuan.

Salah satu syarat yang disebut diajukan adalah pencantuman nama "Bani Griya Lansia" pada masjid yang akan dibangun dari dana bantuan. Permintaan serupa juga diklaim berlaku untuk area pemakaman. Selain itu, saat survei ke Griya Yatim dan Balita, tim Bani Insan Peduli disebut meminta agar nama fasilitas diubah menjadi "Bani Griya Balita".

Pengurus yayasan menyatakan seluruh permintaan tersebut ditolak karena dinilai tidak sejalan dengan identitas lembaga yang telah lama berdiri dan memiliki nama resmi.

Di sisi lain, dari total komitmen bantuan Rp2 miliar, pihak yayasan mengaku hanya menerima transfer dana sebesar Rp250 juta. Sebagian dana tersebut telah digunakan untuk memberikan insentif kepada puluhan karyawan yang bekerja di Griya Lansia maupun Griya Yatim.

Setelah pembatalan bantuan, yayasan mengaku diminta mengembalikan dana yang telah diterima. Mereka menyatakan telah mentransfer kembali sisa dana sebesar Rp152,5 juta melalui tiga tahap pengembalian.

Sementara itu, dana sekitar Rp22 juta yang sebelumnya telah dibagikan kepada karyawan Griya Yatim tidak ditarik kembali. Pihak yayasan menyebut kekurangan tersebut ditanggung menggunakan dana pribadi.

Video yang memuat penjelasan tersebut kini terus beredar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam respons dari warganet.

Hingga berita ini ditulis, pihak Bani Insan Peduli maupun Ali Zainal Abidin belum menyampaikan keterangan resmi terkait klaim yang disampaikan yayasan. Demi menjaga prinsip keberimbangan, media membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(RSH/YD)

← Kembali ke Daftar