Video Aktivis Flotilla Dipaksa Berlutut Picu Kecaman Dunia, Israel Disorot soal Perlakuan terhadap Relawan Gaza
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 20 May 2026 23:41
FOTO: Para aktivis Global Sumud Flotilla dalam kondisi tangan terikat dan berlutut di lantai usai ditahan aparat Israel Dok. Istimewa
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuai kecaman internasional setelah mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis Global Sumud Flotilla dalam kondisi tangan terikat dan berlutut di lantai usai ditahan aparat Israel.
Video yang diunggah melalui media sosial itu memperlihatkan sejumlah aktivis berada dalam posisi menunduk dengan dahi menyentuh lantai, sementara tangan mereka diikat. Dalam unggahan tersebut, Ben-Gvir menuliskan kalimat “Selamat datang di Israel” disertai lagu kebangsaan Israel yang diputar di lokasi.
Insiden itu langsung memicu reaksi keras dari berbagai negara. Banyak pihak menilai perlakuan terhadap para aktivis kemanusiaan tersebut telah melanggar prinsip hak asasi manusia dan merendahkan martabat sipil.
Armada Global Sumud Flotilla diketahui membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza sebelum akhirnya dicegat oleh militer Israel. Sejumlah relawan dari berbagai negara, termasuk warga negara asing, ikut diamankan dalam operasi tersebut.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menjadi salah satu pemimpin dunia yang mengecam keras video itu. Pemerintah Italia bahkan memanggil Duta Besar Israel untuk meminta penjelasan resmi terkait perlakuan terhadap para aktivis, termasuk warga Italia yang ikut berada dalam rombongan.
“Gambar-gambar itu tidak bisa diterima dan melukai martabat manusia,” demikian pernyataan pemerintah Italia.
Kecaman serupa juga datang dari Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot yang mendesak pembebasan warga Prancis secepat mungkin. Pemerintah Kanada melalui Menteri Luar Negeri Anita Anand turut menyebut insiden tersebut sangat mengkhawatirkan dan meminta Israel memberikan perlakuan manusiawi terhadap warga sipil.
Selain Italia, Prancis, dan Kanada, sejumlah negara Eropa lain disebut telah memanggil perwakilan diplomatik Israel untuk menyampaikan protes resmi.
Ketegangan internasional semakin meningkat karena penahanan aktivis flotilla terjadi di tengah situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. Banyak organisasi internasional menilai bantuan kemanusiaan seharusnya mendapat perlindungan dan tidak dihalangi dengan tindakan represif.
Sementara itu, video yang beredar luas di media sosial memicu gelombang kritik global terhadap pemerintah Israel. Sejumlah pengamat menilai unggahan tersebut justru memperburuk citra Israel di tengah sorotan dunia terhadap konflik berkepanjangan di Gaza.
(RBT/YD)
← Kembali ke Daftar