Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8). Sempat menyentuh level tertinggi di 6.462,74, pergerakan indeks hari ini (11/8) diproyeksikan masih dibayangi koreksi terbatas dengan area support di kisaran 6.300.

Usai Kerja Sama Sumenep-Blitar, Pasar Lelang Komoditas Pertanian Digelar di Pendopo

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 17 Sep 2026 09:06

Usai Kerja Sama Sumenep-Blitar, Pasar Lelang Komoditas Pertanian Digelar di Pendopo

FOTO: kegiatan pasar lelang komoditas pertanian di Pendopo Kabupaten Sumenep. Dok. Istimewa

SUMENEP, KabarPemerintah.com – Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Pemerintah Kabupaten Blitar tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Kolaborasi kedua daerah tersebut langsung dilanjutkan dengan kegiatan pasar lelang komoditas pertanian di Pendopo Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).

Pasar lelang tersebut mempertemukan petani dengan pelaku usaha dan pedagang besar. Sejumlah hasil pertanian lokal ditawarkan melalui mekanisme lelang terbuka yang memungkinkan harga terbentuk berdasarkan proses penawaran secara langsung.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dari kedua kabupaten juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pasar lelang secara resmi dibuka Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid. Beberapa komoditas pertanian yang ditawarkan antara lain bawang merah, cabai rawit merah, cabai rawit hijau, serta cabai merah besar.

Lelang diawali dengan komoditas bawang merah. Harga pembukaan ditetapkan sebesar Rp19.000 per kilogram. Penawaran kemudian bergerak naik hingga mencapai Rp25.000 dan berakhir pada harga tertinggi Rp26.000 per kilogram.

Harga tersebut kemudian dinyatakan sebagai penawaran pemenang dan bawang merah jatuh kepada Mustain, salah seorang pelaku usaha yang mengikuti proses lelang.

Antusiasme peserta berlanjut ketika komoditas cabai rawit merah mulai ditawarkan. Komoditas tersebut dibuka dengan harga dasar Rp44.000 per kilogram. Para pelaku usaha dan pedagang besar dari Sumenep dan daerah sekitar mengikuti jalannya lelang dengan cukup aktif.

Pasar lelang ini menjadi salah satu bentuk upaya mempertemukan produksi petani dengan pasar secara lebih terbuka. Mekanisme tersebut juga diharapkan dapat memberikan gambaran harga yang lebih transparan karena proses pembentukan harga berlangsung di hadapan para peserta.

Kerja sama Sumenep dan Blitar melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses pemasaran produk pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja sama perdagangan antardaerah. Dengan pasar yang semakin luas, komoditas unggulan petani Sumenep diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pembeli.

Pemerintah daerah juga berharap pasar lelang dapat dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan untuk komoditas lainnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi petani sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian daerah.

(RSH/MAM)

← Kembali ke Daftar