UNIBA Madura Wajibkan Tes Ngaji Sebelum Yudisium, Bekali Lulusan dengan Ilmu Agama
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 02 Sep 2026 05:01
FOTO: UNIBA Madura mewajibkan mahasiswa mengikuti Tes Ngaji sebagai salah satu syarat sebelum menjalani yudisium. Dok. Istimewa
SUMENEP, KabarPemerintah.com - Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura memiliki cara tersendiri dalam mempersiapkan mahasiswanya sebelum benar-benar kembali ke tengah masyarakat. Kampus tidak ingin keberhasilan mahasiswa hanya diukur dari gelar akademik yang mereka raih.
Khusus bagi mahasiswa Muslim, kemampuan membaca Al-Qur'an menjadi salah satu perhatian kampus. UNIBA Madura mewajibkan mahasiswa mengikuti Tes Ngaji sebagai salah satu syarat sebelum menjalani yudisium.
Dosen UNIBA Madura, Siti Saadah, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mempunyai bekal keagamaan.
"Untuk mahasiswa Muslim, sebelum diyudisium wajib mengikuti Tes Ngaji. Ini bukan untuk mempersulit mahasiswa, tetapi bagian dari ikhtiar kampus agar lulusan memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar," kata Siti Saadah, Selasa (1/9/2026).
Dalam tes tersebut, mahasiswa tidak sekadar diminta membaca Al-Qur'an. Kemampuan mereka dinilai dari beberapa aspek, mulai dari kelancaran membaca, penerapan ilmu tajwid hingga ketepatan makharijul huruf.
Namun, Siti menegaskan Tes Ngaji bukan dimaksudkan untuk menjadi penghalang mahasiswa menuju kelulusan. Mahasiswa yang kemampuan ngajinya belum memenuhi standar justru akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan.
Dengan demikian, tes tersebut tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi. Kampus menjadikannya sebagai sarana pembinaan agar mahasiswa memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang lebih baik.
Kebijakan itu juga diharapkan membuat mahasiswa tidak baru belajar mengaji ketika sudah mendekati masa yudisium. Kemampuan keagamaan diharapkan dibangun secara bertahap selama mahasiswa menjalani proses perkuliahan.
Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UNIBA Madura, Dr. H. R. Khaeru Ahmadi, S.Pt., M.H., M.M., mengatakan Tes Ngaji memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar persyaratan administratif.
Menurut dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi sekaligus memberikan manfaat ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
"Lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan kompetensi profesional. Mereka juga perlu memiliki bekal ilmu agama dan akhlak sebagai landasan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat," ujarnya.
Khaeru Ahmadi berharap lulusan UNIBA Madura nantinya dapat diterima masyarakat bukan hanya karena keahlian yang dimiliki, tetapi juga karena karakter dan bekal keagamaan mereka.
"Harapannya, ketika lulusan keluar dari kampus, mereka bisa diterima di masyarakat. Bukan hanya karena kemampuan akademiknya, tetapi juga memiliki ilmu agama, termasuk kemampuan membaca Al-Qur'an atau bisa ngaji," katanya.
Dia menilai kemampuan akademik dan keagamaan seharusnya tidak ditempatkan sebagai dua hal yang terpisah. Kompetensi akademik menjadi modal mahasiswa memasuki dunia kerja dan profesional, sementara agama dan akhlak menjadi landasan dalam bersikap serta berinteraksi dengan lingkungan.
"Kita ingin lulusan UNIBA Madura tidak hanya pintar secara akademik. Mereka juga memiliki karakter, akhlak dan bekal agama yang baik. Ketika kembali ke masyarakat, mereka bisa membawa ilmu yang dimiliki sekaligus memberikan manfaat," tegasnya.
Menurut Khaeru, ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak berhenti ketika mahasiswa mendapatkan gelar. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Lulusan diharapkan mampu menjaga integritas, memiliki karakter yang baik, serta mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Atas dasar itu, Tes Ngaji menjadi salah satu bagian dari upaya UNIBA Madura membentuk lulusan secara lebih utuh. Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan akademik, kompetensi profesional, karakter, akhlak, sekaligus dasar keagamaan.
Bagi mahasiswa Muslim, yudisium pun tidak semata menjadi seremoni untuk mengakhiri perjalanan akademik. Tahapan tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan kemampuan membaca Al-Qur'an telah menjadi bagian dari bekal sebelum mereka memasuki kehidupan bermasyarakat.
Pihak UNIBA Madura menyebut kebijakan Tes Ngaji sebagai salah satu kekhasan kampus. Bahkan, UNIBA Madura menyatakan diri sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Madura yang menjadikan Tes Ngaji sebagai persyaratan wajib sebelum mahasiswa mengikuti yudisium.
(RSH/MAM)
← Kembali ke Daftar