Tragedi di Beirut: Paramedis Tewas Saat Bertugas, Keluarga Jadi Korban Konflik Israel-Lebanon
Ditulis oleh herman - 17 Apr 2026 02:46
FOTO: Seorang Ibu di Lebanon Menangis Sambil Memegang Rompi Pekerja Medis Anaknya yang Tewas akibat Serangan Israel
BEIRUT, KabarPemerintah.com - Konflik berkepanjangan antara Israel dan Lebanon terus meninggalkan luka mendalam bagi warga sipil. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut lebih dari 2.000 orang tewas dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi sejak perang kembali memanas.
Di tengah angka korban yang terus bertambah, kisah pilu datang dari keluarga seorang paramedis bernama Fad Sirha. Pria berusia 43 tahun itu tewas saat menjalankan tugas kemanusiaan menolong korban serangan.
Ibunya, Azma, tampak memeluk rompi milik sang anak yang masih berlumuran darah. Rompi itu menjadi simbol pengabdian Fad sebagai petugas penyelamat, sekaligus pengingat atas kepergiannya.
Tewas Saat Menolong Korban
Fad dikenal sebagai petugas tanggap darurat yang tetap turun ke lapangan meski situasi sangat berbahaya. Bersama timnya di wilayah Abatier, ia setiap hari bekerja di tengah ancaman serangan.
Menurut pejabat Lebanon, Fad dan dua paramedis lain tewas akibat tiga serangan berturut-turut yang diduga dilakukan Israel terhadap tim penyelamat.
Hingga kini, militer Israel belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan serangan tersebut.
Tangis Ibu dan Keluarga
Kepergian Fad menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan kerjanya. Mereka menilai tidak ada alasan yang membenarkan kematian seorang petugas medis yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.
Karena situasi terlalu berbahaya, jenazah Fad tidak bisa dibawa pulang ke kampung halamannya. Ia akhirnya dimakamkan di pemakaman darurat.
Dalam suasana haru, ibu Fad terus menangis sambil mempertanyakan mengapa anaknya harus pergi.
Ia mengenang putranya sebagai sosok yang selalu mengutamakan orang lain. Meski sering diminta tinggal di rumah, Fad tetap memilih bertugas membantu korban luka dan mereka yang membutuhkan pertolongan.
Anak Perempuan Ditinggalkan
Fad meninggalkan seorang putri kecil bernama Celia yang baru berusia tujuh tahun. Sang anak kini harus menjalani hidup tanpa ayah akibat perang yang belum menunjukkan tanda berakhir.
Gencatan Senjata Masih Diragukan
Warga Lebanon kini berharap gencatan senjata sementara dapat memberi sedikit ketenangan. Namun banyak pihak masih meragukan perdamaian benar-benar akan terwujud.
Hezbollah masih mempertahankan persenjataannya, sementara pasukan Israel disebut masih berada di wilayah Lebanon. Kondisi itu membuat banyak warga menilai ini mungkin hanya jeda sesaat, bukan akhir dari konflik panjang yang telah menghancurkan banyak keluarga.
Sumber:BBC
(MAM)
← Kembali ke Daftar