Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8). Sempat menyentuh level tertinggi di 6.462,74, pergerakan indeks hari ini (11/8) diproyeksikan masih dibayangi koreksi terbatas dengan area support di kisaran 6.300.

Terbang ke Rusia, Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama Eastern Economic Forum 2026

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 01 Sep 2026 23:00

Terbang ke Rusia, Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama Eastern Economic Forum 2026

FOTO: Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Dok. Setpres/Kris

JAKARTA, KabarPemerintah.com – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Dalam forum ekonomi internasional tersebut, Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden bersama rombongan terbatas berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 23.20 WIB.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama menjadi salah satu gambaran semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Rusia.

Menurut Teddy, undangan khusus tersebut sekaligus memperlihatkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam hubungan ekonomi dan geopolitik, baik di kawasan Asia-Pasifik maupun dalam percaturan global.

“Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin,” kata Teddy dalam keterangannya.

Kunjungan ini bukan kali pertama Prabowo mendapat kehormatan serupa dalam forum ekonomi yang digelar Rusia. Tahun sebelumnya, Prabowo juga hadir sebagai tamu kehormatan dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF).

Teddy menyebut Rusia melihat Indonesia sebagai salah satu negara penting di kawasan Asia-Pasifik. Selain sebagai anggota ASEAN, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai bagian dari Global South dan menjadi salah satu representasi penting dunia Muslim.

“Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota ASEAN yang dihormati, serta salah satu negara penting yang merepresentasikan Global South dan dunia Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah Indonesia juga akan memanfaatkan momentum EEF untuk memperkuat kerja sama dengan Rusia. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain perdagangan, investasi, energi, ekonomi, hingga berbagai bidang strategis lainnya.

Teddy menegaskan, kebijakan luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif. Menurutnya, Presiden Prabowo terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai negara dengan tujuan utama memastikan hubungan internasional memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional.

“Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat,” kata Teddy.

Sejumlah pejabat turut mendampingi Presiden dalam perjalanan menuju Vladivostok. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.

Keberangkatan Presiden dari Jakarta turut dilepas sejumlah pejabat negara. Di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Muhammad Herindra.

Kehadiran Prabowo di EEF ke-11 diharapkan membuka peluang baru bagi peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia di tengah dinamika hubungan internasional yang terus berkembang.

(RBT/YD)

← Kembali ke Daftar