Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.594,77 pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, level terendah dalam lima tahun terakhir. Jika dihitung sejak awal tahun ini sampai 5 Juni 2026, IHSG sudah anjlok 35,3% (year-to-date/ytd).

Teknologi Anak Bangsa! Kapal Selam Tanpa Awak PT PAL Siap Jaga Laut Indonesia 24 Jam

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 07 Jun 2026 01:04

Teknologi Anak Bangsa! Kapal Selam Tanpa Awak PT PAL Siap Jaga Laut Indonesia 24 Jam

FOTO: Kapal selam buatan PT PAL Indonesia Dok. pal.co.id

SURABAYA, KabarPemerintah.com – Kemajuan industri pertahanan nasional kembali mendapat sorotan. PT PAL Indonesia kini tengah mengembangkan kapal selam tanpa awak karya anak bangsa yang digadang-gadang menjadi salah satu teknologi strategis untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod, mengungkapkan bahwa kapal selam tersebut bukan sekadar kendaraan bawah laut biasa. Selain dirancang dan diproduksi oleh tenaga ahli Indonesia, kapal ini juga dibekali teknologi yang memungkinkan bertahan di bawah laut jauh lebih lama dibanding kemampuan baterai pada umumnya.

"Secara baterai sebenarnya hanya mampu bertahan sekitar 72 jam. Tetapi kami memiliki teknologi yang memungkinkan kapal ini berada di bawah laut hingga berbulan-bulan," kata Djenod saat menunjukkan prototipe kapal selam tanpa awak di fasilitas PT PAL Surabaya.

Menurutnya, teknologi tersebut memanfaatkan energi dari arus bawah laut untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan mengisi ulang baterai kapal. Dengan sistem itu, kapal tidak perlu sering muncul ke permukaan untuk melakukan pengisian daya.

Meski detail teknologinya tidak dijelaskan secara rinci karena alasan keamanan, Djenod memastikan inovasi tersebut menjadi salah satu keunggulan utama kapal selam tanpa awak buatan Indonesia.

Tak hanya soal daya tahan, kapal selam ini juga dirancang sebagai sistem pertahanan modern berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Seluruh operasional kapal dapat dikendalikan dari pusat komando tanpa perlu awak berada di dalamnya.

"Ini seperti drone, tetapi beroperasi di bawah laut. Semua sistem dikendalikan dari pusat kendali dan didukung AI yang telah diprogram untuk berbagai kebutuhan operasi," ujarnya.

Muat 12 Torpedo

Pada versi final, kapal selam tanpa awak tersebut dirancang mampu membawa hingga 12 torpedo. Jumlah itu meningkat dibanding prototipe awal yang masih menggunakan konfigurasi lebih sederhana.

Djenod menjelaskan, kemampuan persenjataan tersebut menjadikan kapal bukan hanya berfungsi untuk pengawasan, tetapi juga memiliki kemampuan tempur yang dapat mendukung operasi pertahanan laut Indonesia.

Menariknya lagi, biaya produksi kapal selam tanpa awak jauh lebih murah dibanding kapal selam konvensional.

"Kalau dibandingkan, biaya satu kapal selam konvensional bisa setara dengan sekitar 40 unit kapal selam tanpa awak ini," ungkapnya.

Dengan biaya yang lebih efisien, Indonesia berpeluang memperkuat pengawasan wilayah laut yang sangat luas tanpa harus mengeluarkan anggaran sebesar pengadaan kapal selam konvensional.

Pesanan Awal 30 Unit

Djenod mengungkapkan Kementerian Pertahanan telah memberikan pesanan tahap awal sebanyak 30 unit kapal selam tanpa awak.

Produksi saat ini terus dipersiapkan dengan dukungan fasilitas baru yang dibangun PT PAL. Targetnya, sebagian besar pesanan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 18 bulan.

"Prioritas kami saat ini memenuhi kebutuhan Indonesia terlebih dahulu sebelum berbicara pasar ekspor," katanya.

PT PAL Lampaui Masa Kejayaan

Dalam kesempatan yang sama, Djenod juga memaparkan perkembangan PT PAL yang dinilainya telah melampaui masa kejayaan perusahaan di era sebelumnya.

Jika dahulu kapasitas produksi galangan hanya sekitar 15 blok kapal per bulan, kini angka tersebut telah meningkat menjadi lebih dari 50 blok per bulan. Dalam dua tahun ke depan, PT PAL menargetkan kapasitas produksi mencapai 100 blok per bulan.

Menurutnya, pencapaian itu menjadi bukti bahwa industri maritim nasional mampu bersaing dengan galangan kapal kelas dunia.

Tak hanya kapal selam tanpa awak, PT PAL juga tengah menyiapkan peluncuran tiga kapal perang besar dalam satu tahun serta mengembangkan berbagai teknologi pertahanan lainnya.

"Indonesia memiliki potensi maritim yang luar biasa. Tugas kami adalah memastikan kemampuan industri dalam negeri terus tumbuh untuk mendukung kemandirian pertahanan nasional," pungkas Djenod.

Dengan berbagai inovasi yang lahir dari tangan anak bangsa, PT PAL kini tak hanya menjadi simbol kebangkitan industri maritim Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa teknologi pertahanan kelas dunia bisa dikembangkan dari dalam negeri.

(RMN/MAM)

← Kembali ke Daftar