Teddy Ungkap Progres Pembangunan 2.500 Jembatan Gantung, Prabowo Kejar Target 5.000 Unit hingga Akhir 2026
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 25 Jun 2026 07:30
FOTO: Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membagikan video yang menampilkan progres pembangunan jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia melalui akun media sosialnya. Dok. Setpres
JAKARTA, KabarPemerintah.com – Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan gantung di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat konektivitas dan membuka akses masyarakat di wilayah terpencil. Hingga saat ini, ribuan jembatan tengah dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat setempat.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, membagikan perkembangan program tersebut melalui unggahan video di media sosialnya pada Minggu (21/6/2026). Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka peluang dan harapan baru bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Menurut Teddy, banyak daerah di Indonesia yang bertahun-tahun terpisah oleh sungai maupun medan yang sulit dilalui. Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat terhambat, termasuk akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, hingga pusat perekonomian.
Karena itu, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan jembatan gantung sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan nasional. Program ini diharapkan mampu menghadirkan konektivitas yang lebih cepat, aman, dan menjangkau hingga pelosok negeri.
“Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat,” tulis Teddy dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan terus dilakukan melalui sinergi berbagai pihak. Pemerintah menyediakan dukungan kebijakan dan pendanaan, sementara TNI AD bersama masyarakat turut berperan dalam proses pembangunan di lapangan, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis cukup berat.
Teddy mengungkapkan, pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 jembatan gantung rampung pada Agustus 2026. Setelah itu, pembangunan akan terus digenjot dengan sasaran mencapai 5.000 jembatan hingga akhir tahun 2026.
Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, akses menuju sekolah, puskesmas, pasar, dan berbagai layanan publik lainnya juga menjadi lebih mudah dan aman.
Bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil, pembangunan jembatan memiliki arti yang sangat penting. Infrastruktur tersebut tidak hanya mempersingkat perjalanan menuju sekolah, tetapi juga mengurangi risiko saat harus menyeberangi sungai yang selama ini menjadi hambatan utama.
Teddy menilai jembatan gantung bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah. Lebih dari itu, jembatan menjadi simbol pemerataan pembangunan dan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Bagi anak-anak yang berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan,” ujar Teddy.
Program pembangunan ribuan jembatan gantung ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal, sehingga kesenjangan akses antarwilayah dapat terus diperkecil.
(RBT/YD)
← Kembali ke Daftar