Logo Kabarpemerintah
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Hilirisasi Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemakmuran. Komitmen Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Targetkan Sekolah Modern dan Berbasis Teknologi Rampung 2028. Dari MBG hingga Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Dorong Arus Ekonomi Kembali ke Rakyat.

TACB Sumenep Diminta Tak Sekadar Formalitas, Bupati Tekankan Peran Strategis Jaga Warisan Budaya

Ditulis oleh herman - 05 May 2026 13:05

TACB Sumenep Diminta Tak Sekadar Formalitas, Bupati Tekankan Peran Strategis Jaga Warisan Budaya

FOTO: Bupati Kabupaten Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meninggalkan tempat acara pelantikan Dok. Sumenepkab.co.id

SUMENEP, KabarPemerintah.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa keberadaan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) tidak boleh hanya menjadi pelengkap administratif semata. Lebih dari itu, tim ini harus tampil sebagai garda terdepan dalam menentukan arah kebijakan pelestarian warisan budaya di daerah.

Penegasan tersebut disampaikan saat pelantikan TACB Kabupaten Sumenep yang digelar di Pendopo Agung Keraton, Selasa (5/5/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan pentingnya peran TACB dalam memberikan rekomendasi terhadap objek yang berpotensi menjadi cagar budaya.

“Tim Ahli Cagar Budaya memiliki peran vital. Kajian yang dilakukan harus objektif, komprehensif, dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujarnya.

Menurutnya, setiap rekomendasi yang dikeluarkan TACB akan menjadi dasar utama bagi pemerintah daerah dalam menetapkan status cagar budaya. Oleh sebab itu, kualitas kajian menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Peran strategis tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam upaya pelestarian.

Bupati juga berharap TACB mampu bekerja optimal dalam mengidentifikasi berbagai potensi cagar budaya di Sumenep. Tidak hanya itu, tim ini juga diharapkan menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan sejarah.

“TACB tidak hanya memberikan rekomendasi teknis, tetapi juga harus aktif mengedukasi masyarakat agar ikut terlibat dalam pelestarian budaya sebagai identitas daerah,” tambahnya.

Ia menegaskan, pembangunan daerah harus tetap memperhatikan nilai-nilai sejarah yang ada. Menurutnya, kemajuan tidak boleh mengorbankan jejak masa lalu.

“Pembangunan tidak boleh menghapus sejarah. Keduanya harus berjalan beriringan agar Sumenep bisa maju tanpa kehilangan jati diri,” tegasnya.

Sementara itu, susunan TACB Kabupaten Sumenep terdiri dari Ibnu Hajar, Mohammad Hairil Anwar, Ja’far Shodiq, Moh. Farhan Muzammily, dan Faiq Nur Fikri.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga cagar budaya. Ia menegaskan bahwa pelestarian warisan sejarah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.

“Kolaborasi semua pihak sangat penting agar kekayaan budaya kita tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

(RBT/YD)

← Kembali ke Daftar