Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Sumenep Investment Summit 2025: Branding Kelor Sumenep Mendunia, Nur Hasan Jadi Motor Ekspor Madura

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 10 Nov 2025 13:48

Sumenep Investment Summit 2025: Branding Kelor Sumenep Mendunia, Nur Hasan Jadi Motor Ekspor Madura

FOTO: Pameran produk pertanian Kelor Sumenep Investment Summit 2025 Dok. KabarPemerintah.com

SUMENEP, KabarPemerintah.com - Komoditas kelor dari Kabupaten Sumenep makin percaya diri menembus pasar global. Momen Sumenep Investment Summit 2025 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat hilirisasi pertanian, terutama produk herbal bernilai ekspor. 

Salah satu yang menjadi sorotan yakni CV. Bhumikara Kula Sejahtera, perusahaan lokal dari Kecamatan Pasongsongan yang sukses menjadi eksportir olahan kelor terbesar di Madura. Sosok di baliknya adalah Nur Hasan, penggagas pengolahan kelor modern di Sumenep.

“Kami jemput investor. Pertanian dan peternakan harus jadi penggerak ekonomi rakyat,” tegas Wakil Bupati Sumenep dalam event tersebut, Senin (10/11/2025).

Kelor Sumenep: dari Tanaman Pagar ke Produk Ekspor

CV. Bhumikara Kula Sejahtera kini memproduksi beragam produk turunan kelor, seperti Minyak biji kelor, Daun segar dan daun kering, Remahan mesh 80–100 untuk teh, dan yang sangat diminati merupakan Bubuk mesh 300 tepung.

Permintaan pasar internasional pun terus meningkat menurut Nur Hasan, Peluang ini akan terus terbuka lebar.

“Kami pernah memenuhi kontrak 60 ton dalam waktu 4–5 bulan. Pasarnya sangat besar,” ujar Nur Hasan.

Perusahaan ini berlokasi di Desa Padangdangan, Pasongsongan, dan melibatkan banyak petani lokal dalam rantai pasokan.

Potensi 2.000 Ha, Pemerintah Siap All Out

Dinas Pertanian dan Peternakan Sumenep menyebut kelor sudah lama jadi bagian konsumsi masyarakat, bukan lagi sekadar tanaman mistis seperti pandangan di daerah lain.

“Kandungan vitaminnya luar biasa tinggi. Hampir semua kecamatan potensial menanam kelor,” kata Ainur Rasyid. Potensi luas lahan kelor: ± 2.000 hektare

Pemkab Sumenep kini gencar mendorong industri herbal sebagai identitas ekonomi baru.

Harapan: Kelor Jadi Ikon Ekspor Sumenep

Nur Hasan berharap pemerintah semakin serius mengawal pertumbuhan industri kelor lokal.

“Kami butuh dukungan penuh agar pelaku usaha kelor bisa berkembang dan bersaing di pasar dunia,” jelasnya.

CV. Bhumikara Kula Sejahtera kini menjadi bukti bahwa inovasi di desa mampu melesat hingga mancanegara. Kelor bukan lagi tanaman pinggir jalan, melainkan komoditas strategis yang mengangkat nama Sumenep di global market.

(KabarPemerintah.com/M.AM)

← Kembali ke Daftar