Suka Masakan Gurih dan Empuk? Hati-hati, Cara Masak Ini Bisa Bikin Ginjal Bermasalah
Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 27 Oct 2025 23:35
FOTO: Ilustrasi masakan braising Dok. KabarPemerintah.com
JAKARTA, KabarPemerintah.com – Setiap teknik memasak punya keunggulan masing-masing. Tapi, penelitian terbaru mengungkap satu cara masak yang perlu diwaspadai karena bisa berdampak buruk bagi ginjal jika dilakukan terlalu sering. Cara masak itu dikenal dengan istilah braising.
Mengutip VN Express (19/9/2025), Dr. Nguyen Trong Hung, Direktur Pusat Konseling Gizi dan Rehabilitasi di Institut Gizi Nasional Hanoi, menjelaskan bahwa hidangan braising memang dikenal lezat dan gurih karena bumbunya meresap sempurna. Namun di balik cita rasanya, ada risiko tersembunyi bagi kesehatan.
“Masakan braising biasanya mengandung garam, kecap ikan, atau kecap asin dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, kadar natrium meningkat dan bisa membebani kerja ginjal,” jelas Dr. Hung.
Terlalu banyak garam dapat menyebabkan tubuh menahan air dan meningkatkan tekanan darah. Kondisi ini membuat ginjal bekerja lebih keras dan dalam jangka panjang bisa memicu penyakit ginjal kronis, jantung, hingga hipertensi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam harian tidak lebih dari 4–5 gram. Namun, makanan braising sering kali mengandung natrium jauh di atas batas itu, apalagi jika ditambah kecap dan penyedap.
Selain garam, Dr. Hung juga menyoroti kandungan gula tambahan dalam beberapa hidangan braising. Gula yang berlebihan bisa menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan hati jika dikonsumsi terus-menerus.
“Bagi penderita ginjal, diabetes, atau masalah jantung, sebaiknya teknik masak seperti ini dibatasi,” ujarnya.
Secara sederhana, braising merupakan teknik gabungan antara memanggang dan merebus perlahan. Proses ini biasanya digunakan untuk melunakkan daging atau sayuran keras dalam waktu lama, sekitar dua hingga tiga jam. Chef sering memakai panci dutch oven agar rasa bumbu semakin dalam dan daging menjadi empuk.
Meski menggugah selera, ahli gizi menyarankan agar teknik ini tidak terlalu sering digunakan. Pilihan lain yang lebih sehat bisa dengan mengukus, merebus, atau menumis dengan sedikit garam dan minyak.
“Makanan sehat tidak berarti hambar. Kuncinya adalah seimbang dan tidak berlebihan,” tutup Dr. Hung.
(KabarPemerintah.com/M.AM)
← Kembali ke Daftar