Seskab Teddy Ungkap Arahan Prabowo soal Rekrutmen TNI hingga Penanganan Karhutla
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 31 Aug 2026 04:10
FOTO: Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan TNI dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dok. Setpres/Kris
BOGOR, KabarPemerintah.com — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan TNI dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung dari sore hingga malam itu membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penyesuaian proses rekrutmen prajurit TNI hingga perkembangan penanganan bencana di sejumlah daerah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo menerima Panglima TNI bersama para Kepala Staf Angkatan. Hadir pula Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet.
"Sore hingga malam hari ini, Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan beserta Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet di kediaman Hambalang," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8).
Rekrutmen Prajurit dari Suku Dayak
Salah satu agenda yang menjadi perhatian Presiden adalah perkembangan penyesuaian persyaratan rekrutmen bagi masyarakat suku Dayak pedalaman yang memiliki keinginan untuk menjadi prajurit TNI.
Prabowo meminta laporan mengenai proses penyesuaian tersebut. Langkah itu diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat dari wilayah pedalaman untuk mengabdikan diri melalui institusi TNI.
"Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI," ujar Teddy.
Pembahasan mengenai rekrutmen tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap penguatan sumber daya manusia di tubuh TNI, termasuk memberikan ruang bagi masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia untuk ikut mengabdi.
Penanganan Bencana Jadi Perhatian
Selain urusan pertahanan, rapat juga membahas perkembangan penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah.
Prabowo mendapat laporan mengenai penanganan pascagempa bumi di Flores serta perkembangan penanganan erupsi Gunung Merapi.
Presiden meminta penanganan bencana dilakukan secara serius dan terus diperkuat agar masyarakat terdampak mendapat perlindungan serta bantuan yang diperlukan.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
Isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan langkah pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya pencegahan dinilai harus diperkuat, terutama melalui edukasi langsung kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dinilai penting karena berada dekat dengan masyarakat di tingkat desa.
Teddy menyampaikan, Presiden meminta para Babinsa ikut memberikan pemahaman kepada warga mengenai dampak dan bahaya pembakaran hutan maupun lahan.
"Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama," kata Teddy.
Arahan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat dan pemerintah daerah. Masyarakat juga diharapkan ikut terlibat dalam mencegah munculnya titik api.
Pertemuan di Hambalang itu sekaligus menjadi bagian dari pemantauan Presiden terhadap sejumlah agenda strategis pemerintah, baik terkait penguatan pertahanan dan sumber daya manusia TNI maupun penanganan bencana serta perlindungan lingkungan.
(RSH/MAM)
← Kembali ke Daftar