Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8). Sempat menyentuh level tertinggi di 6.462,74, pergerakan indeks hari ini (11/8) diproyeksikan masih dibayangi koreksi terbatas dengan area support di kisaran 6.300.

Seskab Teddy Beberkan Arahan Prabowo dalam Sidang Kabinet: Perkuat Ketahanan Nasional hingga Berantas Karhutla

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 22 Oct 2026 03:57

Seskab Teddy Beberkan Arahan Prabowo dalam Sidang Kabinet: Perkuat Ketahanan Nasional hingga Berantas Karhutla

FOTO: Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dok. Setpres/Muchlis Jr

JAKARTA, KabarPemerintah.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Mulai dari penguatan ketahanan nasional, kemandirian pangan dan energi, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian utama Kepala Negara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, sidang tersebut juga menjadi momentum bagi Presiden untuk mengapresiasi kinerja para menteri dan seluruh jajaran pemerintahan selama dua tahun pertama masa kepemimpinannya.

Menurut Teddy, Prabowo menilai kerja sama, dedikasi, dan semangat pengabdian seluruh anggota kabinet menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai agenda pembangunan nasional.

“Presiden mengapresiasi kerja keras, semangat pengabdian, dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahan,” kata Teddy dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Dalam sidang tersebut, Prabowo mengingatkan pentingnya memperkuat kemampuan bangsa menghadapi berbagai tantangan, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian dan persaingan geopolitik yang semakin ketat.

Teddy menjelaskan, Presiden mengarahkan seluruh jajaran pemerintah untuk menjaga persatuan nasional sekaligus memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola dan dilindungi demi kepentingan masyarakat.

Penguatan ketahanan nasional dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas negara sekaligus memastikan Indonesia mampu menghadapi perubahan dan tekanan dari luar.

Selain persoalan ketahanan nasional, penanganan kebakaran hutan dan lahan turut mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo.

Kepala Negara meminta aparat terkait mengusut secara menyeluruh dugaan keterlibatan pihak-pihak yang menyebabkan terjadinya karhutla. Penyelidikan tersebut mencakup kemungkinan keterlibatan individu maupun perusahaan.

Prabowo menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Arahan tersebut menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas agar penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman api, tetapi juga menyentuh pertanggungjawaban pihak yang terbukti melanggar aturan.

Di bidang pangan dan energi, Prabowo meminta pemerintah menjaga keberlanjutan swasembada pangan sekaligus mempercepat upaya membangun kemandirian energi nasional.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian ialah mengoptimalkan potensi sumber daya dalam negeri, termasuk melalui pengembangan biodiesel dan etanol.

Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan strategisnya secara mandiri. Dengan pemanfaatan sumber daya domestik yang lebih optimal, pemerintah diharapkan dapat memperkokoh ketahanan pangan dan energi di tengah dinamika global.

Teddy menambahkan, Presiden juga mengingatkan para pejabat negara agar menjalankan amanat rakyat dengan sikap berani, tegas, dan penuh tanggung jawab.

Menurut Prabowo, kepentingan nasional harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah. Orientasi pembangunan pun harus tetap diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jalankan mandat rakyat dengan berani, tegas, dan penuh tanggung jawab demi menjaga kepentingan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Teddy menyampaikan pesan Presiden.

Sidang Kabinet Paripurna tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan arah kebijakan pemerintahan setelah melewati dua tahun pertama. Pemerintah diharapkan dapat melanjutkan berbagai program prioritas dengan memperhatikan tantangan nasional maupun perkembangan situasi internasional.

Teddy menegaskan, periode dua tahun pertama pemerintahan merupakan fondasi untuk meneruskan agenda pembangunan menuju Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.

“Dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya.

(RBT/YD)

← Kembali ke Daftar