Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi, Bansos dan BLTS Jangkau Puluhan Juta Keluarga
Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 16 Dec 2025 13:43
FOTO: Presiden Prabowo menerima laporan terkait perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Dok. Setpres/Laily Rachev
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah mulai menunjukkan progres nyata. Hingga akhir 2025, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi secara bertahap di berbagai daerah sejak periode Juli hingga September.
Perkembangan tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat melaporkan kinerja sektor sosial kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025).
Menurut Mensos, seluruh Sekolah Rakyat yang telah berjalan dilengkapi dengan sarana pembelajaran modern, mulai dari laptop untuk siswa dan guru, papan pintar, hingga seragam sekolah. Saat ini, Sekolah Rakyat menampung hampir 16 ribu siswa dengan dukungan lebih dari 2.400 guru serta ribuan tenaga kependidikan.
“Total ada 15.945 siswa, didampingi 2.407 guru dan 4.442 tenaga kependidikan. Sarana belajarnya sudah kami lengkapi,” ujar Saifullah Yusuf.
Namun, dampak bencana alam turut memengaruhi sebagian sekolah. Sebanyak sembilan Sekolah Rakyat terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar sementara waktu. Meski demikian, Mensos memastikan tidak ada korban jiwa, dan saat ini proses pembersihan serta pemulihan tengah berlangsung.
“Sekolah yang terdampak sekarang dalam tahap pembersihan. Alhamdulillah tidak ada korban,” katanya.
Selain sektor pendidikan, Kementerian Sosial juga berperan aktif dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh dan Sumatra. Pemerintah menyiapkan cadangan logistik di berbagai tingkat wilayah dan mengoperasikan 39 dapur umum yang mampu memproduksi lebih dari 400 ribu porsi makanan setiap hari.
Tak hanya itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan beras reguler lebih dari 100 ton ke wilayah terdampak. Hingga 11 Desember 2025, total bantuan yang disalurkan Kementerian Sosial tercatat mencapai lebih dari Rp89 miliar.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga melaporkan progres penyaluran bantuan sosial (bansos) tahun 2025 yang memiliki pagu anggaran sekitar Rp75 triliun. Untuk bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, realisasi penyaluran telah melampaui 90 persen.
“Satu-satunya yang masih rendah adalah bansos sembako triwulan IV, baru sekitar 40 persen karena masih menunggu tambahan anggaran,” jelasnya.
Sementara itu, kebijakan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang digulirkan Presiden Prabowo juga telah menjangkau lebih dari 29 juta keluarga penerima manfaat dengan total nilai bantuan melampaui Rp27 triliun.
Dengan tambahan BLTS, jumlah penerima bansos kini meningkat signifikan. Jika sebelumnya bansos reguler menjangkau sekitar 18 juta keluarga, kini total penerima bantuan sosial mencapai lebih dari 35 juta keluarga di kelompok desil 1 hingga 4.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Kemensos bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta pemerintah daerah dalam melakukan pemutakhiran data penerima manfaat. Pemerintah menargetkan jumlah penerima BLTS terus bertambah dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan akhir minggu depan penerima BLTS bisa menembus lebih dari 31 juta keluarga,” pungkas Mensos.
(RBT/MAM)
← Kembali ke Daftar