Logo Kabarpemerintah
Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global, Tumbuh 5,11% Sepanjang 2025. Presiden Prabowo–Presiden Putin Perkuat Aliansi Strategis, Dari Energi hingga Antariksa Jadi Fokus Kerja Sama

Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Keuangan, Tekankan Ekonomi RI Bisa Tumbuh di Atas 5 Persen

Ditulis oleh herman - 23 Apr 2026 14:09

Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Keuangan, Tekankan Ekonomi RI Bisa Tumbuh di Atas 5 Persen

FOTO: Kementrian Keuangan Purbaya Yudi Sadewa Dok. Kemenkeu/Leonardus Oscar

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Menteri Keuangan saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan ekonomi Indonesia memiliki peluang besar tumbuh lebih tinggi dari 5 persen di tengah tekanan global. Menurut dia, banyak negara tengah mengalami perlambatan ekonomi, namun Indonesia masih mampu menjaga pertumbuhan di level yang solid.

Purbaya menyebut capaian ekonomi nasional bahkan berpotensi menembus 5,5 persen hingga 6 persen jika reformasi fiskal, investasi, dan sektor riil berjalan optimal. “Indonesia harus tumbuh lebih cepat. Kita tidak boleh puas hanya di angka 5 persen,” ujarnya dalam forum ekonomi.

Fundamental Ekonomi Dinilai Kuat

Ia menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia masih cukup sehat. Inflasi terkendali, defisit APBN dijaga di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan rasio utang pemerintah tetap dalam batas aman.
Dengan fondasi tersebut, pemerintah dinilai masih memiliki ruang fiskal untuk mendorong pertumbuhan tanpa mengganggu stabilitas ekonomi. Fokus Benahi Logistik dan Investasi
Purbaya juga menyoroti biaya logistik nasional yang masih tinggi dibanding negara maju. Hal itu membuat harga barang dalam negeri kurang kompetitif.

Karena itu, pemerintah akan mempercepat pembenahan pelabuhan, distribusi, konektivitas kawasan industri, serta proyek infrastruktur yang memberi dampak ekonomi besar.
“Kita harus menurunkan biaya logistik agar daya saing meningkat,” katanya.

Investor Asing Masih Minat ke Indonesia

Menurut Purbaya, investor global masih melihat Indonesia sebagai tujuan investasi menarik. Kondisi fiskal yang disiplin dan pasar domestik yang besar menjadi daya tarik utama.
Pemerintah pun akan terus menjaga kredibilitas kebijakan agar arus modal asing masuk lebih deras.

Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global
Di tengah kondisi ekonomi dunia yang belum stabil, Purbaya menilai Indonesia memiliki modal kuat karena konsumsi domestik menjadi penopang utama pertumbuhan.
Jika kebijakan dijalankan konsisten dan investasi terus masuk, ia yakin ekonomi Indonesia mampu melaju lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. “Indonesia punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan berani dan tepat,” pungkasnya.

(FS/MAM)

← Kembali ke Daftar