Logo Kabarpemerintah
Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global, Tumbuh 5,11% Sepanjang 2025. Presiden Prabowo–Presiden Putin Perkuat Aliansi Strategis, Dari Energi hingga Antariksa Jadi Fokus Kerja Sama

Puluhan Jurnalis Surabaya Antusias Ikuti Workshop Laws of The Game, PSSI Dorong Pemahaman Aturan Sepak Bola

Ditulis oleh herman - 20 Apr 2026 11:42

Puluhan Jurnalis Surabaya Antusias Ikuti Workshop Laws of The Game, PSSI Dorong Pemahaman Aturan Sepak Bola

FOTO: Foto Bersama setelah Workshop Laws of The Game Dok. PSSI

SURABAYA, KabarPemerintah.com - Puluhan jurnalis dari Surabaya dan sejumlah daerah sekitarnya menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti Workshop Laws of The Game yang digelar PSSI bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (18/4). Kegiatan ini menjadi upaya nyata meningkatkan pemahaman media terhadap aturan terbaru dalam sepak bola.

Workshop yang berlangsung di Studio Gedung U5 Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa tersebut menghadirkan Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, sebagai narasumber utama.

Selama lebih dari dua jam, para peserta yang sehari-hari meliput kompetisi sepak bola nasional, mulai dari level amatir hingga profesional, mendapat pembekalan mendalam soal regulasi perwasitan modern.

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia wasit, Ogawa membagikan banyak wawasan penting seputar penerapan Laws of The Game di lapangan. Ia juga menjelaskan bahwa PSSI terus melakukan pembinaan wasit secara berjenjang, mulai dari level akar rumput hingga kompetisi tertinggi.

Namun demikian, Ogawa menyoroti masih adanya tindakan kekerasan terhadap perangkat pertandingan di berbagai level kompetisi.
"Masih ada kekerasan terhadap perangkat pertandingan, dari level amatir sampai level tertinggi," tegasnya.

Menurut Ogawa, wasit kerap menjadi pihak pertama yang disalahkan ketika sebuah tim menelan kekalahan. Ia menilai pola pikir seperti itu harus diubah melalui edukasi dan komunikasi terbuka.

Karena itu, Komite Wasit PSSI kini aktif membangun hubungan dengan klub-klub peserta kompetisi. Salah satunya dengan mendatangi langsung klub untuk berdiskusi soal keputusan-keputusan wasit.

"Kami ingin klub memahami cara kerja perwasitan. Dari sana kami juga belajar bagaimana sepak bola Indonesia berjalan," ujarnya.

Tak hanya itu, PSSI juga menghadirkan inovasi melalui sistem digital bernama Refer System. Aplikasi ini memungkinkan klub menyampaikan pertanyaan atau komplain pascalaga dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.

Laporan yang masuk difokuskan pada empat kategori utama, yakni gol atau tidak gol, penalti atau bukan penalti, kartu merah langsung, serta salah identitas pemain.

"Sepengetahuan kami, baru Indonesia yang menggunakan sistem seperti ini di ASEAN," kata Ogawa.


Media Punya Peran Penting

Dalam sesi workshop, Ogawa juga menekankan pentingnya peran media dalam perkembangan sepak bola nasional. Menurutnya, pemberitaan yang tidak berdasarkan aturan resmi bisa memengaruhi opini publik.

Ia berharap para jurnalis dapat memahami dasar-dasar regulasi sehingga informasi yang disampaikan ke masyarakat menjadi lebih akurat dan edukatif.

"Itulah sebabnya media memegang peran penting dalam sepak bola Indonesia," ucapnya.
Acara berlangsung interaktif. Para peserta diajak menganalisis sejumlah cuplikan pertandingan dari kompetisi domestik, termasuk insiden penalti, kartu merah, dan handball. Diskusi dua arah itu membuat suasana workshop semakin hidup.

Unesa Siap Dukung Lagi

Wakil Dekan I FIKK Unesa, Prof. Dr. Or. Gigih Siantoro, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai workshop seperti ini sangat positif bagi dunia olahraga dan pendidikan.

"Kami sangat terbuka jika kegiatan serupa kembali digelar di Unesa," ujarnya.
Salah satu peserta, Shava dari suarasurabaya.net, mengaku mendapat banyak ilmu baru dari kegiatan ini.

"Workshop ini sangat penting untuk memperbarui wawasan kami soal aturan sepak bola. Banyak hal baru yang saya pelajari," katanya.
Ditutup dengan Fun Football.

Usai workshop, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan laga persahabatan di Lapangan Sepak Bola Unesa pada sore hari. Sejumlah peserta media ikut ambil bagian melawan tim Unesa yang diperkuat Sekjen PSSI Yunus Nusi dan Gusti Randa.

Pertandingan berlangsung santai dan penuh keakraban. Tim Unesa keluar sebagai pemenang dengan skor 5-2. Gol pembuka dicetak Yunus Nusi pada babak pertama. "Pertandingan seperti ini harus sering dilakukan. Selain menyehatkan, juga mempererat persaudaraan," ujar Yunus.

← Kembali ke Daftar