Presiden Prabowo Sampaikan Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi Global, Subsidi Tetap untuk Rakyat Kecil
Ditulis oleh herman - 08 Apr 2026 22:42
FOTO: Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih Jakarta, Rabu, 8 April 2026. Dok. Setpres/Laily Rachev
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Prabowo Subianto memastikan Indonesia dalam posisi siap menghadapi ancaman krisis energi dunia yang kian nyata di tengah ketidakpastian global. Keyakinan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki strategi matang untuk menjaga stabilitas energi nasional, terutama dalam periode krusial satu tahun ke depan. Ia menyebut 12 bulan mendatang sebagai fase penting yang harus dilalui dengan kebijakan yang tepat dan efisien.
“Dalam satu setengah tahun terakhir, kita sudah membuktikan bahwa pemerintah mampu bekerja efektif dan mengendalikan arah pembangunan bangsa, meski dihadapkan pada berbagai tantangan global,” ujar Prabowo.
Menurutnya, dunia saat ini tengah berada dalam bayang-bayang krisis besar yang mencakup tiga sektor utama, yakni pangan, energi, dan air. Ia mengingatkan bahwa potensi krisis tersebut sebenarnya telah lama diprediksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui agenda pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Di sisi lain, Presiden juga menyoroti dampak konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang turut mendorong lonjakan harga energi dunia. Namun demikian, ia memastikan kondisi Indonesia masih tergolong aman dan terkendali.
Berdasarkan laporan para menteri, lanjut Prabowo, pemerintah mampu menjaga pasokan dan stabilitas energi nasional. Meski tantangan tetap ada, Indonesia dinilai cukup kuat untuk melewati tekanan global tersebut.
Untuk jangka pendek, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk pengendalian konsumsi bahan bakar. Kebijakan ini difokuskan untuk menjaga ketahanan energi selama periode kritis hingga satu tahun ke depan.
Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan subsidi energi tetap diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Prabowo menegaskan bahwa perlindungan terhadap kelompok ekonomi lemah menjadi prioritas utama.
“Subsidi akan tetap kita jaga untuk rakyat kecil. Sekitar 80 persen masyarakat akan tetap mendapatkan perlindungan. Sementara kelompok mampu akan diarahkan untuk membayar sesuai harga pasar,” tegasnya.
Lebih jauh, Presiden menekankan pentingnya percepatan transformasi menuju kemandirian energi nasional. Ia mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri serta pengembangan energi terbarukan sebagai solusi jangka panjang.
Bagi Prabowo, krisis global justru harus dijadikan momentum untuk berbenah. Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar bekerja lebih efisien, menghindari pemborosan, serta menutup celah praktik korupsi.
“Setiap tantangan adalah peluang. Kita harus bekerja lebih disiplin, lebih bersih, dan lebih fokus demi kepentingan rakyat,” tandasnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis ketahanan energi nasional dapat terjaga sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di tengah gejolak dunia.
(MAM/YD)
← Kembali ke Daftar