Presiden Prabowo Saksikan Lompatan Besar Pertanian Modern saat Panen Raya di Karawang
Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 08 Jan 2026 05:07
FOTO: Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan terhadap inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern, Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat . Dok. Setpres/Laily
KARAWANG, KabarPemerintah.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi sektor pertanian nasional melalui pemanfaatan teknologi modern dan penguatan hilirisasi. Hal itu terlihat saat Kepala Negara menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo meninjau langsung penerapan berbagai inovasi pertanian berbasis teknologi. Mulai dari pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom, seperti traktor pintar dan rice transplanter, hingga demonstrasi pemanfaatan drone pertanian untuk pemantauan tanaman dan efisiensi produksi.
Tak hanya itu, Presiden juga menyaksikan penggunaan pompa air otomatis yang dirancang untuk mendukung sistem irigasi lebih hemat dan presisi. Teknologi tersebut dinilai mampu menjawab tantangan pertanian modern, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional petani.
Usai meninjau area persawahan, Presiden Prabowo menyambangi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan. Di pameran tersebut, Presiden tampak antusias melihat berbagai produk turunan bernilai tambah, bahkan sempat mencicipi sejumlah olahan hasil bumi karya anak bangsa.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pengembangan produk hilirisasi gambir. Muhammad Makky, peneliti dari Universitas Andalas, menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman khas Indonesia dengan potensi strategis di pasar global.
“Gambir ini keunggulan Indonesia karena hanya bisa tumbuh di sini dan tidak dapat dibudidayakan di negara lain. Artinya, kita tidak punya pesaing,” ujarnya.
Makky menjelaskan, gambir dihasilkan dari proses perebusan dan pemerasan daun hingga menghasilkan getah yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalamnya terkandung dua senyawa penting, tanin dan katekin, yang banyak dibutuhkan industri dunia, mulai dari farmasi hingga kosmetik.
Namun, selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bahan mentah. Akibatnya, nilai tambah justru dinikmati negara pengolah. Karena itu, ia berharap pemerintah membuka ruang lebih luas bagi industri hilirisasi gambir di dalam negeri.
“Kami berharap ada dukungan kuat dari pemerintah, mulai dari Presiden hingga kementerian terkait, untuk membangun industri hilirisasi gambir di sentra produksi seperti Sumatra Barat dan Sumatra Utara,” katanya.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Panen Raya Karawang ini menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan pertanian ke depan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada pengolahan, inovasi, dan penciptaan nilai tambah demi kesejahteraan petani dan kemandirian ekonomi nasional.
(RBT/MAM)
← Kembali ke Daftar