Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Kampung Nelayan Merah Putih, Target Rampung Bertahap hingga Indonesia Timur
Ditulis oleh herman - 08 Apr 2026 03:52
FOTO: Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, 7 April 2026. Dok. Setpres/Muchlis Jr
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Presiden Prabowo Subianto tancap gas mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Instruksi itu disampaikan saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Fokus utama pemerintah tak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kawasan tersebut dikelola dengan baik serta didukung sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
(MAM/YD)
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, pembangunan tahap awal sudah berjalan signifikan. Dari total 100 titik yang direncanakan, seluruhnya ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026.
“Kita sudah bangun 100 titik, terdiri dari 65 tahap pertama dan 35 tahap kedua. Semua ditargetkan rampung akhir Mei,” ujarnya usai rapat.
Tak Sekadar Bangun, SDM Juga Diperkuat
Pemerintah menilai keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengelola kawasan tersebut. Karena itu, penguatan kapasitas nelayan menjadi bagian penting dalam pembahasan.
“Pengelolaan kampung nelayan ini juga krusial, termasuk penguatan SDM-nya,” kata Trenggono.
1.000 Kampung Nelayan Baru Disiapkan
Tak berhenti di tahap awal, pemerintah telah menyiapkan ekspansi besar-besaran. Sebanyak 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih akan dibangun secara paralel sepanjang 2026, dengan prioritas wilayah Indonesia Timur.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Untuk tahap berikutnya, seribu kampung akan kita kerjakan bersamaan, fokusnya ke kawasan timur Indonesia,” jelasnya.
Kerja Sama Internasional untuk Pengadaan Kapal
Selain pembangunan kawasan, pemerintah juga tengah mematangkan rencana kerja sama dengan Pemerintah Inggris terkait pengadaan kapal. Prosesnya kini masih dalam tahap kajian dan koordinasi lintas kementerian.
Beberapa aspek yang dikaji meliputi kesiapan galangan kapal dalam negeri hingga kemampuan produksi yang sesuai dengan kebutuhan program.
“Semua sedang kita analisis, mulai dari kapasitas galangan hingga kesiapan teknis. Targetnya dalam dua tahun sudah terealisasi,” pungkas Trenggono.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi juga motor penggerak ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
(MAM/YD)
← Kembali ke Daftar