Logo Kabarpemerintah
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Hilirisasi Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemakmuran. Komitmen Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Targetkan Sekolah Modern dan Berbasis Teknologi Rampung 2028. Dari MBG hingga Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Dorong Arus Ekonomi Kembali ke Rakyat.

Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Jadi Langkah Strategis Perkuat Pertahanan RI

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 18 May 2026 06:13

Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Jadi Langkah Strategis Perkuat Pertahanan RI

FOTO: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers pada acara penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Dok. Setpres/Laily Rachev

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi bagian penting dalam memperkuat pertahanan nasional sekaligus menjaga kedaulatan Indonesia di tengah situasi geopolitik dunia yang terus berubah.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo usai acara penyerahan sejumlah alutsista di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan itu, pemerintah menyerahkan sejumlah perlengkapan pertahanan modern, di antaranya enam pesawat tempur multirole Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu Airbus A400M MRTT, rudal Meteor, smart weapon Hammer, hingga radar GCI GM403.

Prabowo menyebut tambahan alutsista tersebut menjadi tonggak penting dalam pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia. Menurutnya, negara harus memiliki sistem pertahanan yang kuat sebagai langkah antisipasi menghadapi berbagai ancaman global.

“Ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kekuatan pertahanan nasional,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, penguatan militer Indonesia bukan ditujukan untuk kepentingan agresi ataupun menyerang negara lain. Pemerintah, kata dia, hanya ingin memastikan seluruh wilayah Indonesia tetap aman dan terlindungi.

“Indonesia tidak memiliki kepentingan lain selain menjaga wilayah dan kedaulatan negara sendiri,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti kondisi geopolitik internasional yang dinilai semakin tidak menentu. Karena itu, menurutnya, pertahanan yang kuat menjadi syarat utama agar Indonesia tetap stabil, mandiri, dan memiliki daya tawar di tingkat global.

Ia menambahkan, kekuatan pertahanan bukan hanya berkaitan dengan militer semata, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan negara.

Pemerintah pun memastikan pembangunan sektor pertahanan akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Fokus penguatan tidak hanya di udara, tetapi juga mencakup wilayah laut dan daratan.

“Kita akan terus membangun kemampuan pertahanan untuk mengamankan wilayah udara, laut, maupun daratan Indonesia,” tegasnya.

Dengan tambahan alutsista tersebut, pemerintah berharap kemampuan pertahanan nasional semakin modern dan siap menghadapi tantangan keamanan di masa mendatang.

(FS/YD)

← Kembali ke Daftar