Presiden Prabowo: Natal Nasional Bukti Nyata Persatuan Bangsa
Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 06 Jan 2026 14:01
FOTO: Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional Jakarta Dok. Setpres/Cahyo
JAKARTA, KabarPemerintah.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Perayaan Natal Nasional 2025 menjadi cerminan kuatnya persatuan, toleransi, dan harmoni bangsa Indonesia di tengah keberagaman. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa perayaan Natal Nasional bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan seluruh elemen bangsa.
“Perayaan ini adalah kehormatan bagi saya. Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang rukun, harmonis, dan saling menghormati,” ujar Prabowo.
Presiden menyatakan kebanggaannya terhadap nilai toleransi yang telah tertanam kuat sejak masa awal kemerdekaan. Ia mencontohkan Presiden pertama RI, Soekarno, yang membangun Masjid Istiqlal sebagai simbol persatuan nasional dengan menunjuk arsitek beragama Nasrani.
“Bung Karno membangun masjid terbesar di republik ini, Masjid Istiqlal, dan arsiteknya adalah seorang Nasrani. Ini contoh nyata persatuan dalam keberagaman,” kata Presiden.
Selain itu, Prabowo juga membagikan pengalaman pribadinya yang mencerminkan semangat persaudaraan lintas iman. Ia menceritakan pembangunan masjid di kawasan Hambalang yang melibatkan arsitek dan pekerja beragama Katolik, serta pengalamannya membina kelompok musik dengan anggota dari latar belakang agama yang berbeda.
Presiden juga mengenang pengalamannya saat bertugas sebagai prajurit TNI, di mana ia memimpin pasukan yang berasal dari berbagai keyakinan. Menurutnya, pengabdian kepada bangsa dan negara selalu melampaui perbedaan agama.
“Anak buah saya ada yang Hindu, Katolik, dan Protestan. Saat diperintahkan menjalankan tugas, mereka tidak mempertanyakan perbedaan, tetapi melaksanakan kewajiban sebagai prajurit,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dijaga. Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kerja sama, serta menumbuhkan sikap saling menghormati, melindungi, dan mengasihi.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia apabila terdapat ucapan atau sikapnya yang kurang berkenan selama menjalankan tugas sebagai kepala negara.
“Saya, sebagai Prabowo Subianto dan sebagai Presiden Republik Indonesia, memohon maaf apabila ada perkataan atau tindakan saya yang menyinggung perasaan siapa pun,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja keras menghapus kemiskinan, mengurangi penderitaan rakyat terutama di wilayah terdampak bencana serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Kami terus bekerja untuk meringankan kesulitan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa. Kami optimistis berada di jalan yang benar, demi keadilan dan kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.
(RBT/MAM)
← Kembali ke Daftar