Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Prabowo Ultimatum Mafia di Pemerintahan: “Jangan Curi Uang Rakyat!”

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 30 Oct 2025 04:42

Prabowo Ultimatum Mafia di Pemerintahan: “Jangan Curi Uang Rakyat!”

FOTO: Dok. BPMI Setpres/Muchlis Jr

JAKARTA, KabarPemerintah.com– Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang mencoba merampok kekayaan negara dari dalam pemerintahan. Prabowo menegaskan, Indonesia tidak akan pernah menjadi bangsa besar selama masih ada mafia yang menikmati hasil korupsi di balik sistem birokrasi.

Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10).

Menurut Prabowo, kekayaan dan sumber daya alam merupakan “darah” bagi keberlangsungan bangsa. Bila darah itu terus mengalir keluar negeri akibat permainan kotor para mafia, Indonesia terancam gagal mencapai cita-cita kemerdekaan.

“Kalau sumber daya kita bocor, darah kita hilang. Hilang terus bertahun-tahun, berdekade-dekade. Kita bisa gagal sebagai bangsa,” tegas Prabowo.

Karena itu, ia menempatkan upaya menutup kebocoran keuangan negara sebagai fokus utama pemerintahannya. Semua lembaga negara pun diminta bersinergi tanpa pandang bulu dalam penegakan hukum.

“Tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintah. Tidak boleh ada mafia dalam pemerintahan,” ujarnya menekankan.

Prabowo mengaku geram masih ada oknum cerdas yang memanfaatkan sistem untuk keuntungan pribadi. Mereka diduga memanipulasi kebijakan demi menguras uang negara.

 “Ada orang yang merasa paling pintar. Mengakali pemimpin politik, mengakali rakyat. Yang begitu harus kita bongkar sampai akar-akarnya,” tegasnya lagi.

Di hadapan jajaran Polri, Prabowo juga mengingatkan pentingnya persatuan nasional. Persaingan politik disebutnya boleh saja terjadi, namun setelah pilpres dan pilkada usai, seluruh pihak harus kembali bersatu membangun negeri.

“Beda partai boleh. Tapi setelah bersaing, ya kerja sama. Bahu-membahu. Indonesia harus punya caranya sendiri untuk maju,” katanya.

Prabowo menutup pidato dengan komitmen memperkuat pemerintahan yang bersih serta memastikan seluruh kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

(KabarPemerintah.com/M.AM)

← Kembali ke Daftar