Prabowo Terbang ke Filipina, Bawa Misi Perkuat Ekonomi dan Stabilitas ASEAN
Ditulis oleh herman - 07 May 2026 23:32
FOTO: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto bertolak menuju Cebu, Filipina. melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Dok. Setpres/Muchlis Jr
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar pada 7-8 Mei 2026. Keberangkatan kepala negara dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis pagi, menandai komitmen Indonesia memperkuat posisi ASEAN di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Pesawat yang membawa Presiden lepas landas sekitar pukul 09.10 WIB dengan rombongan terbatas. Keberangkatan Prabowo dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat tinggi negara.
Dalam agenda KTT kali ini, Prabowo dijadwalkan menghadiri forum Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). Forum tersebut menjadi salah satu wadah strategis negara-negara ASEAN untuk memperkuat konektivitas kawasan serta memperluas kerja sama ekonomi lintas negara.
Pertemuan BIMP-EAGA dinilai penting karena berfokus pada percepatan pembangunan kawasan timur ASEAN yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Indonesia disebut ingin mendorong penguatan investasi, perdagangan, hingga pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi antarnegara anggota.
Selain agenda ekonomi, Prabowo juga diperkirakan membawa sejumlah isu strategis dalam pembahasan bersama para pemimpin ASEAN. Salah satunya terkait dampak situasi global terhadap kawasan Asia Tenggara, termasuk ketahanan energi dan stabilitas geopolitik yang saat ini menjadi perhatian banyak negara.
KTT ASEAN ke-48 juga diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas antarnegara anggota dalam menjaga stabilitas kawasan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Di tengah ketidakpastian global, ASEAN dinilai perlu memperkuat koordinasi agar tetap menjadi kawasan yang stabil dan kompetitif.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Filipina yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
(RBT/YD)
← Kembali ke Daftar