Logo Kabarpemerintah
Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global, Tumbuh 5,11% Sepanjang 2025. Presiden Prabowo–Presiden Putin Perkuat Aliansi Strategis, Dari Energi hingga Antariksa Jadi Fokus Kerja Sama

Prabowo Pimpin Ratas, Proyek Giant Sea Wall Pantura Dikebut dengan Sentuhan Riset Kampus

Ditulis oleh herman - 20 Apr 2026 21:38

Prabowo Pimpin Ratas, Proyek Giant Sea Wall Pantura Dikebut dengan Sentuhan Riset Kampus

FOTO: Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih terkait (giant sea wall) sebagai proyek strategis nasional yang diharapkan mampu melindungi kawasan pesisir utara Jawa, di Istana Merdeka, Dok. Setpres/Rusman

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih guna mempercepat pematangan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura). Rapat berlangsung di Istana Merdeka, Senin (20/4/2026).

Proyek strategis nasional tersebut disiapkan sebagai benteng perlindungan wilayah pesisir utara Jawa dari ancaman rob, abrasi, hingga penurunan muka tanah yang terus terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah menilai keberadaan tanggul raksasa ini sangat penting karena menyangkut keselamatan jutaan warga serta pusat ekonomi nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan, proyek ini diperkirakan akan melindungi sekitar 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak. Karena itu, pihaknya diminta ikut terlibat aktif melalui dukungan riset dan inovasi dari perguruan tinggi.

Menurut Brian, banyak hasil penelitian kampus yang selama ini telah diuji coba dan terbukti efektif. Salah satunya berada di wilayah Demak dan Semarang, Jawa Tengah. Temuan-temuan tersebut dinilai bisa diterapkan guna mempercepat pembangunan sekaligus menekan biaya proyek.

“Kampus punya banyak riset yang relevan. Para dosen dan peneliti akan dilibatkan agar pembangunan giant sea wall berjalan lebih efisien dan tepat sasaran,” kata Brian.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Dikti Saintek akan mengundang para guru besar, ahli teknik, hingga pakar reklamasi untuk memberi masukan. Mereka juga disiapkan masuk langsung ke dalam tim pelaksana yang dipimpin Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ).

Sementara itu, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menjelaskan proyek tersebut masih berada pada tahap penguatan perencanaan. Pemerintah kini menghitung kebutuhan waktu pengerjaan, sumber daya, serta material yang tersedia di dalam negeri.

Didit menambahkan, pembangunan giant sea wall juga diarahkan ramah lingkungan. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pemanfaatan limbah tertentu untuk kebutuhan konstruksi, sehingga proyek tidak hanya besar secara skala, tetapi juga berkelanjutan.

Pemerintah menegaskan percepatan pembangunan tanggul laut raksasa bukan semata mengejar waktu. Aspek kualitas desain, kekuatan konstruksi, nilai ekonomi, dan dampak lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Kolaborasi pemerintah, kampus, dan industri diyakini menjadi kunci sukses proyek raksasa ini.

(FS/YD)

← Kembali ke Daftar