Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap Aman
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 12 Jun 2026 01:43
FOTO: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dok. BPMI Sekretariat Presiden
JAKARTA, KabarnyaPemerintah.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian.
Dalam pertemuan itu, pemerintah menaruh perhatian besar pada upaya menjaga ketersediaan energi sekaligus mempercepat program hilirisasi yang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo.
Bahlil mengungkapkan, Presiden meminta jajarannya segera mempercepat pengembangan sumber energi alternatif agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada energi impor. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam jangka panjang.
Salah satu program yang menjadi fokus adalah percepatan konversi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG). Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya gas dalam negeri.
Selain membahas diversifikasi energi, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap tata kelola sektor pertambangan. Pendataan dan pengawasan aktivitas tambang dinilai perlu diperkuat untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Di sektor energi, pemerintah turut meninjau kesiapan pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak terjadi gangguan pasokan di berbagai daerah.
Kabar yang paling dinanti masyarakat adalah terkait harga energi bersubsidi. Dalam kesempatan itu, Bahlil memastikan harga BBM subsidi maupun LPG subsidi tidak mengalami perubahan.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi, pemerintah tetap menerapkan mekanisme penyesuaian mengikuti perkembangan harga energi di pasar internasional.
"Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi nasional dan perlindungan terhadap masyarakat. Karena itu, BBM subsidi dan LPG subsidi tetap dipertahankan agar tidak membebani warga," kata Bahlil.
Terkait isu kelangkaan batu bara yang sempat mencuat, Bahlil membantah adanya krisis pasokan untuk kebutuhan pembangkit listrik. Ia menegaskan stok batu bara nasional masih dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan pembangkit.
Menurutnya, sejumlah gangguan yang terjadi di beberapa wilayah lebih disebabkan oleh kendala teknis pada fasilitas pembangkit, bukan karena kekurangan pasokan bahan bakar.
Melalui penguatan ketahanan energi, percepatan hilirisasi, serta pengembangan energi alternatif, pemerintah berharap mampu menjaga stabilitas pasokan energi nasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang.
(RBT/YD)
← Kembali ke Daftar