Logo Kabarpemerintah
IHSG ditutup menguat 0,87% atau naik 49,44 poin ke level 5.744,56 pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Penguatan ditopang optimisme pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga.

Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Bangkit, Siapkan 30-50 Pabrik Bioetanol hingga Motor Listrik Nasional

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 18 Jul 2026 03:37

Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Bangkit, Siapkan 30-50 Pabrik Bioetanol hingga Motor Listrik Nasional

FOTO: Presiden Prabowo Subianto pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Dok. Setpres/Cahyo

MALANG, KabarPemerintah.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara yang mandiri dan makmur melalui penguatan sektor energi, industri, hingga pertahanan. Optimisme tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Di hadapan para peserta, Presiden menyoroti sejumlah capaian strategis yang dinilai menjadi bukti kemajuan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satunya adalah dimulainya kembali pengembangan salah satu blok gas terbesar di kawasan yang sempat terhenti selama hampir tiga dekade.

Selain itu, pemerintah juga mencatat keberhasilan dalam memproduksi bahan bakar nabati B50 berbasis minyak sawit. Menurut Prabowo, langkah tersebut memberikan dampak positif terhadap pengurangan ketergantungan Indonesia pada impor solar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Tak berhenti di situ, pemerintah kini bersiap mempercepat pengembangan bioetanol sebagai energi alternatif. Presiden mengungkapkan telah memutuskan pembangunan sedikitnya 30 pabrik bioetanol, bahkan jumlahnya dapat ditingkatkan hingga 50 pabrik apabila dibutuhkan.

Prabowo menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengejar negara-negara lain yang telah lebih dahulu memanfaatkan bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan. Ia mencontohkan India yang telah menerapkan campuran E20, sementara Brasil bahkan mampu menggunakan E100.

Di sektor industri, Presiden juga mengungkapkan rencana peluncuran kendaraan listrik hasil karya anak bangsa. Pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya memiliki motor listrik nasional, tetapi juga mobil produksi dalam negeri yang mampu bersaing di pasar.

Menurutnya, penguatan industri nasional menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang bagi inovasi dan pengembangan teknologi dalam negeri.

Prabowo juga menyoroti kemajuan industri pertahanan Indonesia. Ia menyebut berbagai produk pertahanan buatan dalam negeri kini telah digunakan oleh TNI dan Polri, termasuk senjata yang berhasil mengantarkan prajurit Indonesia meraih prestasi pada ajang menembak internasional.

Baginya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa produk karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat dunia apabila didukung dengan komitmen dan pengembangan yang berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa percaya diri terhadap kemampuan bangsa sendiri. Ia menegaskan Indonesia memiliki sumber daya, kemampuan, dan potensi yang cukup untuk menjadi negara maju apabila seluruh pihak bekerja bersama membangun kemandirian nasional.

"Indonesia memiliki semua modal untuk menjadi negara yang makmur. Dengan kerja keras, inovasi, dan semangat persatuan, cita-cita itu bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan," tegas Presiden.

(RSH/YD)

← Kembali ke Daftar