Prabowo Minta Kampus Turun Tangan, Jadi “Tim Ahli” Bantu Pemda Atasi Masalah Daerah
Ditulis oleh herman - 05 May 2026 06:06
FOTO: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden di Istana Merdeka. Dok. BPMI Setpres/Rusman
JAKARTA, KabarPemerintah.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia agar tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga aktif membantu pemerintah daerah (pemda) dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Arahan tersebut disampaikan melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, usai bertemu Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Menurut Brian, Presiden menyoroti pentingnya keterlibatan kampus dalam memberikan solusi nyata berbasis riset dan keilmuan. Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki sumber daya besar mulai dari dosen, peneliti, hingga mahasiswa yang bisa dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan daerah.
“Presiden ingin tahu sejauh mana kampus bisa membantu pemda, baik dari sisi program studi maupun tenaga pengajar yang relevan,” ujar Brian kepada awak media.
Fokus kolaborasi ini mencakup sejumlah bidang strategis, seperti teknik lingkungan, arsitektur, hingga teknologi pengolahan sampah. Presiden menilai, peran akademisi sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan persoalan klasik yang selama ini dihadapi banyak daerah, mulai dari tata kota hingga pengelolaan limbah.
Dalam skema yang tengah disiapkan, setiap daerah nantinya akan didukung oleh tim ahli dari perguruan tinggi setempat. Tim ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis kepala daerah dalam merancang sekaligus mengeksekusi solusi pembangunan.
“Ke depan, kampus bisa berfungsi seperti asisten bagi kepala daerah, membantu menyelesaikan berbagai masalah dengan pendekatan ilmiah,” jelas Brian.
Langkah ini juga menjadi bagian dari program “Kemdiktisaintek Berdampak” yang mendorong agar aktivitas pendidikan tinggi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Presiden pun meminta agar pola kolaborasi ini disusun lebih sistematis dan terstruktur, sehingga seluruh kampus di Indonesia dapat berkontribusi secara merata.
Dengan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, pemerintah optimistis berbagai persoalan pembangunan bisa ditangani lebih cepat dan tepat sasaran. Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dinilai menjadi kunci untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
(RBT/YD)
← Kembali ke Daftar