Prabowo Kumpulkan Tokoh Ekonomi Senior di Istana, Bahas Strategi Hadapi Gejolak Global
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 22 May 2026 23:42
FOTO: Presiden Prabowo Subianto diskusi dengan para pakar ekonomi nasional di Istana Merdeka, Jakarta. Dok. Setpres/Muchlis Jr
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ekonomi nasional ke Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Pertemuan itu membahas strategi menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.
Sejumlah nama yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta, serta Lukita Dinarsyah Tuwo. Turut mendampingi Presiden, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam keterangannya usai pertemuan, Airlangga mengatakan diskusi bersama para senior ekonomi itu menyoroti pengalaman Indonesia saat menghadapi tekanan ekonomi dunia pada masa lalu, termasuk krisis minyak dan gejolak nilai tukar.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi penting agar pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif sejak dini dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional.
“Para tokoh tadi berbagi pengalaman ketika Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global pada 2008 maupun saat lonjakan harga minyak dunia,” ujar Airlangga.
Ia mencontohkan, pada 2005 harga minyak dunia sempat melonjak hingga menyentuh USD140 per barel dan memicu tekanan inflasi cukup besar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski begitu, Airlangga menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih siap dibanding periode krisis sebelumnya. Fundamental ekonomi disebut masih cukup kuat dengan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang relatif terkendali.
“Kalau dibandingkan periode sebelumnya, kondisi makro ekonomi kita sekarang relatif lebih baik. Fundamental juga lebih kuat, sementara depresiasi rupiah masih berada di kisaran yang lebih rendah,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga meminta jajaran ekonomi pemerintah terus memantau berbagai regulasi sektor keuangan, terutama yang berkaitan dengan penguatan stabilitas perbankan dan prinsip kehati-hatian.
Pemerintah, lanjut Airlangga, turut menyoroti pentingnya penguatan modal perbankan nasional agar sistem keuangan Indonesia tetap solid menghadapi potensi tekanan global di masa mendatang.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan ekonomi nasional tetap tumbuh stabil di tengah situasi dunia yang belum sepenuhnya kondusif.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan para tokoh ekonomi senior itu sekaligus menunjukkan upaya pemerintah memadukan pengalaman masa lalu dengan kebijakan antisipatif guna menjaga ketahanan ekonomi Indonesia ke depan.
(RBT/YD)
← Kembali ke Daftar