Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8). Sempat menyentuh level tertinggi di 6.462,74, pergerakan indeks hari ini (11/8) diproyeksikan masih dibayangi koreksi terbatas dengan area support di kisaran 6.300.

Prabowo Kerahkan Puluhan Ribu Personel Tangani Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Terbakar

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 12 Oct 2026 22:17

Prabowo Kerahkan Puluhan Ribu Personel Tangani Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Terbakar

FOTO: Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta. Dok. Setpres/Muchlis Jr

JAKARTA, KabarPemerintah.com– Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya ratusan hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi terdampak.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas membahas penanganan karhutla yang digelar secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Pangdam dan Kapolda dari kedua provinsi tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi yang paling terdampak masih dalam proses pemadaman.

Dari sejumlah wilayah tersebut, pemerintah kini memusatkan perhatian pada Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan untuk mempercepat penanganan kebakaran.

"Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan," ujar Teddy dalam keterangan tertulis.

Pemerintah terus memperkuat upaya pemadaman melalui operasi darat dengan melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan. Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat, tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.

Selain pengerahan personel di lapangan, pemerintah juga mengandalkan operasi udara untuk mempercepat penanganan titik api. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pengeboman air atau water bombing di sejumlah wilayah terdampak.

Upaya tersebut diharapkan mampu menekan penyebaran api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Teddy menegaskan, seluruh langkah penanganan terus dilakukan untuk memastikan kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain.

Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, kondisi karhutla di sejumlah daerah mulai menunjukkan perbaikan. Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan dilaporkan mengalami perkembangan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla, terutama untuk membantu mempercepat pemadaman di wilayah yang masih mengalami kebakaran.

Upaya tersebut turut didukung perkiraan awal musim hujan yang diprediksi mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak hanya mengandalkan perubahan kondisi cuaca. Pengawasan serta operasi pemadaman terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Dalam rapat tersebut, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antarlembaga dan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Percepatan pemadaman menjadi prioritas agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, personel gabungan, serta unsur terkait lainnya. Optimalisasi operasi darat dan udara juga menjadi bagian penting untuk menghadapi kondisi kebakaran di berbagai wilayah.

"Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran," kata Teddy.

Pemerintah kini terus memantau perkembangan di enam provinsi terdampak, dengan perhatian khusus pada Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Percepatan pemadaman diharapkan dapat menekan luas lahan terbakar sekaligus mencegah munculnya dampak lanjutan akibat karhutla.

(RBT/YD)

← Kembali ke Daftar