Logo Kabarpemerintah
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Hilirisasi Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemakmuran. Komitmen Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Targetkan Sekolah Modern dan Berbasis Teknologi Rampung 2028. Dari MBG hingga Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Dorong Arus Ekonomi Kembali ke Rakyat.

Prabowo Dorong ASEAN Utamakan Dialog, Bahas Krisis Myanmar hingga Ketegangan Perbatasan

Ditulis oleh herman - 09 May 2026 08:11

Prabowo Dorong ASEAN Utamakan Dialog, Bahas Krisis Myanmar hingga Ketegangan Perbatasan

FOTO: Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keterangan pers kepada awak media. Dok. Setpres/Ikhsan

CEBU, KabarPemerintah.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya dialog dan negosiasi dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Dalam rangkaian pertemuan para pemimpin ASEAN, isu krisis Myanmar hingga ketegangan perbatasan antarnegara menjadi perhatian utama.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, pembahasan mengenai Myanmar menjadi salah satu agenda penting dalam retreat para pemimpin ASEAN. Indonesia, menurutnya, terus mendorong proses politik yang inklusif dan mampu menghadirkan perdamaian bagi rakyat Myanmar.

Sugiono menegaskan bahwa sejak awal Indonesia memandang pelaksanaan pemilu di Myanmar harus mampu menjawab persoalan internal yang terjadi, sekaligus membuka jalan menuju situasi politik yang lebih stabil.

“Pemilu yang berlangsung harus inklusif, mampu mengatasi persoalan yang ada, membawa perdamaian, dan menciptakan kondisi yang lebih baik,” ujar Sugiono dalam keterangannya kepada media, Sabtu (9/5/2026).

Selain itu, Indonesia juga kembali menekankan pentingnya implementasi five point consensus ASEAN sebagai landasan utama penyelesaian konflik di Myanmar. Dalam forum tersebut, sejumlah negara anggota ASEAN turut menyoroti perkembangan terbaru pascapembentukan pemerintahan baru Myanmar.

Beberapa langkah yang dianggap sebagai sinyal positif antara lain pembebasan ribuan tahanan politik serta perubahan status penahanan tokoh oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Sugiono menyebut, langkah-langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memenuhi komitmen yang telah disepakati dalam five point consensus ASEAN.

“Semua negara sepakat bahwa ASEAN harus terus memberikan perhatian dan tetap terlibat aktif agar Myanmar dapat menemukan jalannya sendiri untuk memperbaiki kondisi negaranya,” katanya.

Tak hanya membahas Myanmar, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pendekatan damai dalam menyelesaikan berbagai persoalan perbatasan di kawasan ASEAN, termasuk ketegangan antara Thailand dan Kamboja.

Menurut Sugiono, Presiden Prabowo berpandangan bahwa perbedaan dan sengketa antarnegara sebaiknya tidak memperuncing konflik. Sebaliknya, negara-negara ASEAN perlu mencari ruang kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Daripada mempertajam perbedaan, lebih baik mencari hal-hal positif yang bisa dikerjasamakan demi kepentingan rakyat masing-masing negara,” tutur Sugiono mengutip pandangan Presiden Prabowo.

Pendekatan dialog, negosiasi, dan kerja sama kawasan itu, lanjut Sugiono, selama ini juga menjadi prinsip utama diplomasi Indonesia dalam menyelesaikan persoalan lintas batas maupun isu regional lainnya di Asia Tenggara.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar