Perkuat Daya Saing UMKM Sumenep, UMSURA Dorong Ekosistem Bisnis Digital Berbasis Quadruple Helix
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 29 Aug 2026 07:47
FOTO: Tim Peneliti Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Focus Group Discussion (FGD). Dok. Istimewa
SUMENEP, KabarPemerintah.com – Penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus didorong melalui pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu upaya tersebut dilakukan Tim Peneliti Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kolaborasi Quadruple Helix dan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Penguatan Daya Saing UMKM Madura.
Kegiatan yang digelar pada 27 Agustus 2026 itu mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, legislatif hingga pelaku UMKM. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas hasil riset awal sekaligus menyusun langkah konkret dalam membangun ekosistem usaha berbasis teknologi digital.
Hasil survei awal terhadap 200 pelaku UMKM di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, menunjukkan sebagian besar pelaku usaha sebenarnya sudah mengenal dan menggunakan teknologi digital.
Platform seperti Instagram dan TikTok telah dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk. Sementara sistem pembayaran digital seperti QRIS juga mulai digunakan dalam transaksi.
Namun, penggunaan teknologi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kapasitas bisnis.
Tim peneliti menemukan adanya kesenjangan kemampuan atau capability gap. Pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam mengembangkan strategi pemasaran digital, mengelola toko daring, membuat konten yang menarik hingga melakukan pencatatan keuangan secara lebih terstruktur.
Bukan Lagi Persoalan Punya Teknologi
Akademisi UMSURA, Dr. Dina Novita, S.E., M.M., bersama Alfin Arifin, menilai tantangan utama UMKM Madura saat ini bukan lagi sekadar persoalan kepemilikan perangkat atau akses terhadap teknologi.
Menurut mereka, fondasi digital di kalangan pelaku usaha sudah mulai terbentuk. Persoalannya adalah bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
"UMKM Madura sejatinya tidak memulai dari nol dalam hal teknologi. Infrastruktur dasar dan kepemilikan media digital sudah ada. Namun, terdapat kesenjangan kompetensi nyata dalam strategi pemasaran konten, pengelolaan toko digital, hingga pembukuan keuangan," kata tim akademisi dalam FGD tersebut.
Karena itu, pendekatan Quadruple Helix dinilai penting. Model ini menempatkan perguruan tinggi, pemerintah, legislatif, pelaku usaha, serta unsur masyarakat sebagai bagian dari ekosistem yang saling terhubung.
Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi turut memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan pemasaran digital, standardisasi produk yang mengangkat kearifan lokal, pengelolaan usaha hingga pengembangan platform Smart Digital yang disesuaikan dengan kemampuan pelaku UMKM.
Pemerintah Dorong Digitalisasi dan Legalitas UMKM
Kepala DKUPP Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memperluas ekosistem digital sekaligus meningkatkan kepastian legalitas bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, transformasi digital masih menghadapi sejumlah persoalan di lapangan. Di antaranya keterbatasan kemampuan teknis, rendahnya literasi digital sebagian pelaku usaha serta persoalan pemasaran dan rantai pasok.
Ramli menilai kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi penting agar program pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan semata.
"Sinergi dengan akademisi dan pemanfaatan riset terapan semacam ini sangat krusial agar program pelatihan pemerintah tidak berhenti sebatas seremonial, melainkan mampu mengonversi adopsi teknologi menjadi peningkatan omzet riil dan daya saing daerah," ujarnya.
Dengan demikian, digitalisasi diharapkan bukan hanya membuat UMKM memiliki akun media sosial atau menerima pembayaran melalui QRIS, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha.
DPRD Siap Kawal Kebijakan dan Anggaran
Dari unsur legislatif, Ahmad Juhairi dan Hairul Anwar dari DPRD Kabupaten Sumenep menegaskan pentingnya keberpihakan kebijakan terhadap pelaku ekonomi lokal.
Menurut mereka, penguatan UMKM tidak dapat dilepaskan dari kepastian regulasi serta dukungan anggaran yang tepat sasaran.
DPRD Sumenep juga berkomitmen mengawal implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, termasuk memastikan kebijakan tersebut mampu memberikan perlindungan terhadap pelaku UMKM, terutama kelompok yang rentan.
"Penguatan ekonomi lokal adalah instrumen kedaulatan rakyat yang wajib dilindungi melalui kepastian hukum dan intervensi anggaran yang berpihak," kata mereka.
Mereka menilai berbagai program digitalisasi dan pemberdayaan ekonomi harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bukan justru menciptakan kesenjangan baru.
Karena itu, celah dalam implementasi kebijakan perlu diminimalkan agar dukungan pemerintah benar-benar sampai kepada pelaku usaha di tingkat bawah.
Bangun Ekosistem UMKM Berkelanjutan
FGD tersebut menjadi bagian dari upaya merumuskan model pengembangan UMKM Madura yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Temuan riset di Desa Karduluk menjadi gambaran bahwa proses transformasi digital UMKM sudah berjalan, tetapi masih membutuhkan penguatan kapasitas.
Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, legislatif dan pelaku usaha diharapkan dapat melahirkan ekosistem yang tidak hanya mendorong UMKM masuk ke ruang digital, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang di dalamnya.
Dengan penguatan kompetensi, legalitas, akses pasar, standardisasi produk, pencatatan keuangan dan pemanfaatan teknologi secara tepat, UMKM di Sumenep diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.Kalau Anda ingin, saya juga bisa membuat versi yang lebih “nendang” untuk portal berita lokal, lengkap dengan judul SEO/Google Discover, subjudul, dan caption foto.
(MAM/RED)
← Kembali ke Daftar