Pemerintah Percepat Pemulihan Energi Pascabencana, Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman
Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 16 Dec 2025 13:36
FOTO: Suasana sidang kabinet di Istana Presiden Dok. Setpres/Laily Rachev
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah upaya pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra. Stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dipastikan berada dalam kondisi aman dan sesuai standar nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Bahlil menjelaskan bahwa meski terjadi gangguan akibat bencana, cadangan energi nasional masih mencukupi, termasuk untuk menghadapi kebutuhan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru.
“Stok BBM dan LPG masih dalam koridor standar minimum nasional. Untuk menghadapi Nataru, kami pastikan aman meskipun ada tantangan di lapangan akibat bencana,” ujar Bahlil.
Selain memastikan ketersediaan BBM dan LPG, pemerintah juga terus mempercepat pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak. Di Sumatra Utara, hampir seluruh jaringan listrik telah pulih, meskipun masih terdapat puluhan desa di beberapa kabupaten yang belum teraliri listrik.
Menurut Bahlil, keterlambatan pemulihan listrik di desa-desa tersebut bukan semata akibat banjir, melainkan karena jaringan listrik sebelumnya memang belum tersedia atau mengalami kerusakan berat.
“Listrik sudah pulih sekitar 99,9 persen, tapi masih ada hampir 50 desa di empat kabupaten yang belum teraliri. Sebagiannya karena jaringan listrik memang belum ada sejak awal,” jelasnya.
Pemerintah menegaskan penyaluran listrik ke seluruh desa terdampak tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama, terutama di wilayah yang infrastrukturnya rusak parah atau masih tergenang banjir.
“Kalau dipaksakan saat kondisi belum aman, risikonya bisa membahayakan masyarakat. Karena itu, pemulihan kami lakukan bertahap sesuai kondisi lapangan,” kata Bahlil.
Sementara itu, untuk memastikan pasokan energi tetap menjangkau daerah terpencil, pemerintah melakukan berbagai upaya distribusi BBM dan LPG. Di sejumlah wilayah Aceh yang akses daratnya terputus, distribusi dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat Hercules.
Tak hanya itu, penyaluran juga dilakukan melalui jalur alternatif, termasuk memanfaatkan jalur kecil dan sarana darurat lainnya agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Kondisi di beberapa kabupaten di Aceh memang membutuhkan usaha ekstra. Apa pun jalur yang memungkinkan, kami maksimalkan agar BBM dan LPG bisa sampai ke masyarakat,” pungkas Bahlil.
(RBT/MAM)
← Kembali ke Daftar