Logo Kabarpemerintah
IHSG ditutup menguat 0,87% atau naik 49,44 poin ke level 5.744,56 pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Penguatan ditopang optimisme pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga.

Pemerintah Integrasikan Kopdes Merah Putih, BUMDes, dan Desa Tematik untuk Perkuat Ekonomi Desa

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 16 Jul 2026 04:13

Pemerintah Integrasikan Kopdes Merah Putih, BUMDes, dan Desa Tematik untuk Perkuat Ekonomi Desa

FOTO: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan. Dok. BPMI Setpres

JAKARTA, KabarPemerintah.com – Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi desa dengan mengintegrasikan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan program desa tematik berbasis potensi lokal. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi di lebih dari 75 ribu desa di Indonesia.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, Kementerian Desa saat ini menggandeng 10 asosiasi desa sebagai mitra strategis untuk memastikan seluruh program prioritas pemerintah berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden, khususnya agenda pembangunan desa yang mencakup 12 aksi strategis, termasuk pengembangan desa tematik.

"Kami memastikan seluruh program pembangunan desa, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan desa tematik, dapat berjalan optimal dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan," ujar Yandri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Yandri menegaskan, kehadiran Kopdes Merah Putih tidak akan menggantikan peran BUMDes. Sebaliknya, keduanya akan saling melengkapi dalam mengembangkan ekonomi desa. Koperasi akan berfungsi sebagai offtaker, yakni menyerap sekaligus membantu memasarkan hasil produksi masyarakat yang dikelola sesuai potensi masing-masing daerah.

Dengan jumlah desa mencapai 75.266, setiap wilayah memiliki keunggulan berbeda, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga perkebunan. Karena itu, pola pengembangan ekonomi akan disesuaikan dengan karakteristik lokal agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, ketika koperasi telah beroperasi secara penuh, seluruh potensi desa akan dioptimalkan. Selain membuka akses pasar bagi produk desa, keuntungan usaha koperasi juga akan memberikan manfaat langsung bagi pemerintah desa.

Sebanyak 20 persen laba koperasi akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara 80 persen sisanya dikembalikan kepada masyarakat sebagai anggota koperasi. Skema tersebut dinilai akan mendorong pemerintah desa untuk ikut memastikan koperasi berjalan sehat dan berkembang.

Di sisi lain, program desa tematik yang telah dijalankan selama sekitar satu tahun mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah BUMDes kini telah menjadi pemasok utama kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Yandri menyebut, desa tematik akan terus dikembangkan sesuai potensi unggulan masing-masing wilayah. Ada desa yang fokus pada komoditas padi, jagung, ikan nila, lele, kakao, hingga berbagai sektor lainnya. Nantinya, Kopdes Merah Putih akan menjadi mitra utama dalam menyerap dan memasarkan hasil produksi tersebut bersama BUMDes.

Melalui sinergi antara koperasi, BUMDes, dan desa tematik, pemerintah berharap rantai ekonomi desa semakin kuat, nilai tambah produk lokal meningkat, serta kesejahteraan masyarakat desa dapat tumbuh secara berkelanjutan.

(RSH/MAM)

← Kembali ke Daftar