Nezar Patria Dorong Daerah Manfaatkan Teknologi Digital, Tak Perlu Tunggu Infrastruktur Canggih
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 05 Nov 2026 04:47
FOTO: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria saat menghadiri Sarasehan Pembangunan Daerah di Kampus Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat. Dok. Komdigi
JAKARTA, KabarPemerintah.com– Pemerintah daerah didorong untuk tidak menjadikan keterbatasan infrastruktur dan anggaran sebagai penghambat dalam melakukan transformasi digital. Pemanfaatan teknologi yang sudah tersedia dinilai bisa menjadi langkah awal untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, kemajuan digital suatu daerah tidak selalu bergantung pada kecanggihan infrastruktur. Hal yang lebih penting adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam memahami, mengembangkan, dan menggunakan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Nezar saat menghadiri Sarasehan Pembangunan Daerah di Kampus Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (3/11/2026).
Menurut Nezar, setiap daerah memiliki potensi dan sumber daya yang dapat dioptimalkan. Karena itu, pemerintah daerah perlu mulai mencari pendekatan kreatif untuk mengatasi persoalan pembangunan tanpa harus menunggu fasilitas teknologi yang serba lengkap.
"Kita perlu berpikir, apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang kita miliki dan bagaimana kita menggerakkan talenta-talenta untuk bisa mengatasi keterbatasan yang ada," ujar Nezar.
Talenta Digital Jadi Kunci Kemajuan Daerah
Nezar menilai, kemampuan manusia dalam menguasai teknologi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan transformasi digital. Infrastruktur memang dibutuhkan, tetapi keberadaan teknologi tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak diimbangi kemampuan untuk menggunakannya secara tepat.
Ia kemudian mencontohkan perkembangan industri kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di China. Negara tersebut mampu melahirkan berbagai model AI yang kompetitif melalui penguatan riset dan pengembangan talenta digital, meskipun menghadapi keterbatasan akses terhadap perangkat komputasi canggih.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu ditentukan oleh seberapa besar infrastruktur yang dimiliki. Kemampuan mengembangkan solusi dan mengoptimalkan sumber daya juga dapat menjadi keunggulan tersendiri.
"Model AI tersebut kini menjadi pilihan di dunia, mampu bersaing meskipun menggunakan infrastruktur yang lebih rendah dari kompetitornya. Kekuatannya adalah di talenta digitalnya," jelasnya.
Teknologi Digital Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Lebih lanjut, Nezar menegaskan bahwa transformasi digital di Indonesia perlu diarahkan pada pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan persoalan nyata di lapangan.
Daerah tidak harus selalu mengembangkan teknologi dari awal. Pemerintah setempat dapat mengadopsi berbagai inovasi yang sudah ada, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi geografis, potensi ekonomi, serta kebutuhan masyarakat.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi adalah pertanian.
Nezar mencontohkan penggunaan sensor elektronik dalam aktivitas pertanian di China. Teknologi tersebut dapat membantu petani memantau kondisi tanaman, mendeteksi serangan hama, mengukur kandungan unsur hara tanah, hingga memperkirakan kebutuhan air dan perubahan cuaca.
Dengan dukungan teknologi, petani dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih akurat. Dampaknya bukan hanya pada efisiensi produksi, tetapi juga pada pengelolaan rantai pasok hasil pertanian.
Menurut Nezar, pendekatan serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah Indonesia dengan menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Transformasi Digital Bukan Sekadar Menggunakan Perangkat
Nezar mengingatkan, keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari banyaknya perangkat teknologi yang digunakan masyarakat maupun pemerintah daerah.
Lebih dari itu, teknologi harus mampu menghasilkan perubahan nyata, mulai dari meningkatkan produktivitas ekonomi, mempercepat pelayanan publik, hingga membantu menyelesaikan persoalan sosial.
Karena itu, penguatan literasi dan talenta digital perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan infrastruktur yang tersedia.
"Kita tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan alat-alat digital, tapi bagaimana kemampuan digital kita itu bisa memberikan solusi," pungkas Nezar.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah di era digital tidak semata-mata soal siapa yang memiliki teknologi paling canggih. Daerah yang mampu membaca kebutuhan masyarakat, mengembangkan SDM, dan memanfaatkan inovasi secara tepat juga memiliki peluang besar untuk berkembang.
(RBT/YD)
← Kembali ke Daftar