Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Menteri Keuangan Ungkap Inovasi Baru: DJBC Kembangkan Sistem Pengawasan Berbasis AIuntuk Perdagangan yang Lebih Efisien

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 13 Dec 2025 00:29

Menteri Keuangan Ungkap Inovasi Baru: DJBC Kembangkan Sistem Pengawasan Berbasis AIuntuk Perdagangan yang Lebih Efisien

FOTO: AI Ilustrasi

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudi Sadewa, baru-baru ini mengumumkan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tengah mengembangkan sistem pengawasan canggih yang berbasis kecerdasan buatan (AI), yang diberi nama Trade AI. Inovasi ini dihadirkan untuk menjawab tantangan dalam pengawasan sektor pabean yang semakin kompleks, dengan tujuan memperkuat sistem perdagangan Indonesia di era digital.

Trade AI dirancang untuk memiliki beragam fitur canggih, antara lain kemampuan menganalisis nilai pabean, mengklasifikasikan barang, memvalidasi dokumen, serta memverifikasi asal barang. Salah satu fitur menarik dari sistem ini adalah kemampuannya memberikan rekomendasi profil risiko importir, yang dapat mempermudah proses pengawasan dan mengurangi potensi penyalahgunaan sistem.

Purbaya menegaskan bahwa pengembangan Trade AI ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperbaiki pengelolaan DJBC, yang sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat reformasi birokrasi di sektor ini. "Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan serta memperkuat pengawasan di berbagai lini, untuk menjaga keberlanjutan ekonomi negara dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya dalam sebuah konferensi pers.

Yang lebih menarik, Trade AI tidak akan beroperasi secara terpisah, melainkan terintegrasi dengan sistem CEA 4.0, yang merupakan sistem pengawasan terbaru yang dimiliki DJBC. Integrasi ini bertujuan untuk memperlancar koordinasi antar instansi terkait dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisien.

Penguatan Pengawasan untuk Mencegah Kebocoran Pendapatan Negara

Menurut Purbaya, langkah ini juga bertujuan untuk menekan risiko kebocoran pendapatan negara yang kerap terjadi akibat lemahnya pengawasan di sektor pabean. Sistem berbasis AI ini diyakini akan menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.

"Dengan sistem yang lebih canggih, kita berharap dapat mengurangi potensi kebocoran dan memastikan bahwa proses perdagangan di Indonesia berlangsung transparan dan sesuai aturan," tegasnya.

Melalui Trade AI, DJBC diharapkan dapat meminimalisir kesalahan manusia dalam pengawasan, mengidentifikasi risiko lebih dini, serta meningkatkan akurasi dalam data pabean. Ini adalah terobosan besar yang diharapkan dapat membuat Indonesia semakin siap dalam menghadapi tantangan perdagangan global yang semakin kompetitif.

Dengan langkah inovatif ini, DJBC tidak hanya memodernisasi cara kerja mereka, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional sebagai negara dengan sistem pengawasan yang canggih dan transparan. Pemerintah optimis bahwa penerapan Trade AI ini akan menjadi tonggak penting dalam memajukan sistem pabean nasional ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar