Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi 2026 Bangkit, Belanja Negara dan Investasi Dipercepat

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 14 Jan 2026 22:35

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi 2026 Bangkit, Belanja Negara dan Investasi Dipercepat

FOTO: Foto bersama setelah acara Semangat Awal Tahun 2026 bertajuk “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas Dok. Kemenkeu/irfan

JAKARTA, KabarPemerintah.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme pemerintah dalam menjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada awal 2026. Keyakinan itu disampaikannya saat menghadiri acara Semangat Awal Tahun 2026 bertajuk “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas” di kantor IDN HQ, Jakarta, Selasa (14/1/2026).

Dalam sesi diskusi, Purbaya mengungkapkan bahwa sejumlah langkah awal yang diambil pemerintah sejak penghujung 2025 terbukti mampu membalikkan tren perlambatan ekonomi. Padahal, menurutnya, perlambatan tersebut sempat berada pada level yang mengkhawatirkan dan berpotensi memicu gangguan stabilitas sosial maupun politik.

“Kalau kita lihat Agustus–September kemarin, ekonomi sempat turun cukup dalam. Kita tahu, kalau tidak segera dibalik, stabilitas sosial dan politik bisa terganggu. Karena itu ekonomi harus cepat dipulihkan agar stabilitas tetap terjaga,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan, percepatan belanja negara menjadi salah satu instrumen utama untuk mengungkit kembali pertumbuhan. Selain itu, pemerintah juga fokus memperbaiki iklim investasi dengan mendorong sektor riil agar bergerak lebih agresif di awal 2026.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembentukan satuan tugas percepatan dan debottlenecking investasi. Satgas ini bertugas mengurai hambatan struktural yang selama ini menghambat masuknya investasi dan realisasi proyek-proyek produktif.

“Kita dorong pertumbuhan sektor riil. Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Kalau memang dibutuhkan subsidi atau insentif, tentu akan kita pertimbangkan sesuai kondisi. Ke depan, moneter jalan, fiskal jalan, dan sektor swasta juga harus jalan,” tegasnya.

Purbaya tak menampik bahwa efektivitas kebijakan fiskal sempat tertahan akibat respons kebijakan moneter yang belum sepenuhnya sejalan. Namun, ia memastikan koordinasi antara pemerintah dan bank sentral kini telah diperkuat untuk menjaga keseimbangan likuiditas di pasar.

“Kami kembali berdiskusi dengan bank sentral. Sekarang sudah menemukan titik tengah, bagaimana memperbaiki sistem ini agar kebijakan fiskal dan moneter bisa lebih sinkron,” katanya.

Acara tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi nasional. Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat koordinasi lintas kebijakan, serta memastikan berbagai reformasi struktural benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia usah.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar