Menkeu Purbaya: APBN Tak Ideal untuk Bayar Utang Whoosh, “Kalau Saya, Mending Enggak Bayar”
Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 15 Nov 2025 05:30
FOTO: Purbaya Yudi Sadewa (Tangkap Layar)
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa APBN tidak seharusnya digunakan untuk menutup utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Hal itu ia sampaikan dalam Media Briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11).
“Kalau saya, mending enggak bayar (utang Whoosh). Tapi ini kan kebijakan pimpinan di atas, Presiden Prabowo dan lainnya. Masih terus dibahas,” ujar Purbaya.
Ia menekankan bahwa belum ada keputusan final terkait pembagian tanggung jawab antara pemerintah dan Danantara, pihak yang menangani aset proyek tersebut.
“Belum diputus. Kemungkinan kita hanya bayar jalannya, infrastrukturnya. Sementara rolling stock atau gerbong Whoosh ditanggung Danantara,” jelasnya.
Purbaya juga menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil keputusan yang bisa merugikan negara, terutama terkait negosiasi dengan pihak China selaku mitra pembangunan proyek.
“Kalau nanti Danantara berdiskusi dengan China, saya ikut. Saya mau lihat, jangan sampai kita rugi. Yang penting yang terbaik untuk negara,” tuturnya.
Ia memastikan proses restrukturisasi utang KCJB masih berjalan dan keputusan final akan diambil dengan hati-hati.
“Prosesnya masih berlangsung,” kata Purbaya.
Pernyataan Purbaya ini menunjukkan bahwa pemerintah masih sangat cermat dalam menentukan skema pelunasan utang Whoosh agar tidak membebani APBN.
(KabarPemerjntah.com/M.AM)
← Kembali ke Daftar