Masuk Desil 3 tapi Tak Dapat Bantuan, Warga Giring Pertanyakan Akurasi Data DTSEN
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 26 Sep 2026 06:30
FOTO: Salah satu keadaan rumah warga masyarakat di Desa Giring, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep. Dok. Istimewa
SUMENEP, KabarPemerintah.com — Persoalan bantuan sosial kembali menjadi sorotan warga. Sejumlah masyarakat di Desa Giring, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, mempertanyakan akurasi pendataan penerima bantuan setelah menemukan warga yang tercatat dalam Desil 3 namun disebut tidak menerima bantuan sosial.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) digunakan sebagai salah satu dasar untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan menjadi rujukan dalam penyaluran berbagai program pemerintah.
Warga mempertanyakan bagaimana seseorang yang tercatat dalam kelompok kesejahteraan rendah justru tidak memperoleh bantuan, sementara terdapat penerima bantuan yang menurut informasi warga berada pada kelompok desil lebih tinggi.
"Sudah masuk Desil 3, itu artinya seharusnya mendapat prioritas. Tapi kenyataannya tidak dapat apa-apa. Lalu bantuan itu mengalir ke siapa? Ke mana anggarannya pergi? Inilah yang membuat kami bertanya-tanya," ujar seorang warga yang mengetahui persoalan tersebut.
Warga Soroti Proses Pendataan
Kondisi ini juga memunculkan sorotan terhadap proses pendataan di tingkat bawah. Warga meminta agar penentuan penerima bantuan dilakukan secara objektif berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan ketentuan program yang berlaku.
Mereka khawatir terdapat ketidaksesuaian antara data kesejahteraan dengan daftar penerima bantuan di lapangan.
Namun demikian, status Desil 3 tidak secara otomatis berarti seseorang pasti menerima seluruh jenis bantuan sosial. Setiap program memiliki persyaratan, kuota, serta mekanisme penetapan penerima yang berbeda.
Karena itu, warga meminta adanya penjelasan terbuka mengenai alasan seorang warga yang tercatat dalam Desil 3 tidak menerima bantuan tertentu.
Pertanyakan Transparansi Penerima Bantuan
Selain mempertanyakan validitas data, masyarakat juga mendorong transparansi mengenai daftar penerima bantuan sosial di tingkat desa.
Beberapa hal yang ingin diketahui warga antara lain siapa saja penerima bantuan, jenis bantuan yang diterima, serta dasar penetapan penerimanya.
"Kalau datanya memang sudah sesuai, seharusnya bisa dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat hanya tahu namanya masuk desil tertentu, tetapi tidak mengetahui mengapa tidak menerima bantuan," kata warga tersebut.
Persoalan ini menjadi perhatian karena ketepatan data merupakan salah satu faktor penting dalam memastikan program perlindungan sosial menyasar masyarakat sesuai kriteria masing-masing program.
Menunggu Penjelasan Pemerintah
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kasus warga Desa Giring yang disebut masuk Desil 3 tetapi tidak menerima bantuan sosial.
Masyarakat berharap persoalan tersebut dapat diverifikasi melalui data resmi dan ditindaklanjuti apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Warga juga berharap proses pemutakhiran data dilakukan secara berkala sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan dapat tercermin dalam data pemerintah.
Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar mengenai menerima atau tidak menerima bantuan. Mereka ingin memastikan bahwa proses pendataan dan penyaluran bantuan berjalan transparan, sesuai ketentuan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
(RSH/YD)
← Kembali ke Daftar