Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) konsisten per 9 Juni sempat naik sekitar 4,8% ke level 5.599 dan bergerak di rentang 5.318–5.628.

Mahasiswa Turun ke Jalan, Soroti Ekonomi hingga Desak Evaluasi Program MBG

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 14 Jun 2026 03:24

Mahasiswa Turun ke Jalan, Soroti Ekonomi hingga Desak Evaluasi Program MBG

FOTO: Demo mahasiswa diawali dengan long march dari berbagai titik menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Dok. Istimewa

JAKARTA, KabarPemerintah.com – Gelombang aksi mahasiswa kembali mewarnai sejumlah daerah di Indonesia. Ribuan mahasiswa turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin berat bagi masyarakat.

Di Jakarta, aksi diawali dengan long march dari berbagai titik menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Massa membawa sejumlah spanduk dan poster berisi tuntutan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, harga bahan bakar minyak (BBM), hingga pelemahan nilai tukar rupiah. Mereka juga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi sejumlah program yang dinilai membebani anggaran negara.

Sedikitnya terdapat lima tuntutan utama yang disuarakan massa. Pertama, meminta pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM. Ketiga, mengevaluasi serta menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, menolak praktik militerisme di ruang sipil. Kelima, mendesak pemerintah lebih terbuka terhadap kritik publik.

Mahasiswa menilai kondisi ekonomi saat ini membutuhkan perhatian serius. Mereka berpendapat bahwa kebijakan pemerintah harus lebih fokus pada upaya menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Kami melihat kondisi ekonomi masyarakat sedang menghadapi banyak tantangan. Karena itu pemerintah perlu memprioritaskan langkah-langkah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat," ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam aksi tersebut.

Aksi serupa juga berlangsung di sejumlah daerah lain. Di Kota Semarang, mahasiswa mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi ekonomi dan berbagai kebijakan pemerintah. Sementara di Solo, massa mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Solo.

Dalam aksi di Solo, mahasiswa turut menyoroti pelemahan rupiah, kenaikan harga sembako, harga BBM, serta meminta evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Mereka juga menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Kepolisian (RUU Polri) yang dinilai berpotensi memperluas kewenangan aparat di ruang sipil.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi selama disampaikan secara bertanggung jawab.

"Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik. Kritik adalah bagian dari demokrasi yang harus dijaga bersama," ujarnya.

Dudung juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini terus berupaya menjalankan berbagai program pembangunan demi memperkuat perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Aksi yang berlangsung di berbagai daerah tersebut menjadi cerminan meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional. Mahasiswa berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi masyarakat dan mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di tengah berbagai tantangan yang ada.

(RSH/MAM)

← Kembali ke Daftar