Mahasiswa ITB Bikin Motor Listrik untuk Patroli Hutan, Terinspirasi dari Way Kambas
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 21 May 2026 00:26
FOTO: Motor listrik khusus patroli hutan "Scoutro" buatan Fadil Ahmad Muzaki Mahasiswa ITB Dok.Istimewa
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Kreativitas anak muda Indonesia kembali mencuri perhatian. Seorang mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung berhasil merancang motor listrik khusus patroli hutan sebagai tugas akhirnya. Motor tersebut diberi nama “Scoutro” dan dirancang untuk menunjang aktivitas petugas konservasi di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.
Sosok di balik proyek ini adalah Fadil Ahmad Muzaki, mahasiswa yang tergerak setelah meneliti kebutuhan kendaraan operasional bagi polisi hutan di kawasan konservasi gajah tersebut.
Fadil sempat mempertimbangkan membuat kendaraan jenis ATV atau mobil kecil untuk patroli. Namun setelah melakukan riset lebih dalam, ia menemukan bahwa petugas di lapangan justru membutuhkan kendaraan yang lebih ringkas, lincah, dan mampu menjangkau medan sulit. Dari situlah ide pembuatan motor listrik Scoutro mulai dikembangkan.
Fadil kemudian mulai menyusun konsep kendaraan patroli berbasis listrik yang tangguh untuk area konservasi. Ia memperhatikan berbagai aspek mulai dari desain, ergonomi, hingga performa kendaraan agar sesuai digunakan di jalur hutan dan medan berat.
Salah satu keunggulan motor ini terletak pada sistem baterainya yang menggunakan metode swap battery atau tukar baterai. Dengan sistem tersebut, pengguna tidak perlu menunggu lama untuk pengisian daya karena baterai bisa langsung diganti ketika habis.
Proses pengerjaan motor listrik ini disebut memakan waktu sekitar dua bulan. Seluruh tahapan dilakukan mulai dari pembuatan desain 3D hingga perakitan unit akhir.
Hasil kerja kerasnya pun mendapat apresiasi dari para dosen saat sidang tugas akhir di kampus. Tak sedikit yang menilai proyek tersebut menjadi bukti bahwa inovasi kendaraan listrik buatan anak bangsa memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh.
Meski masih sebatas proyek akademik, Fadil mengaku memiliki harapan besar agar Scoutro suatu saat bisa diproduksi secara massal dan dipasarkan ke publik.
“Pengin banget jujur buat diproduksi dan dijual ke publik,” ujarnya.
Tak hanya ingin mengembangkan Scoutro, Fadil juga membuka peluang untuk menerima berbagai proyek kendaraan custom di masa depan. Ia mengaku tidak menutup kemungkinan apabila ada pihak yang ingin membuat desain motor unik maupun kendaraan dengan konsep berbeda.
“Ke depannya enggak menutup kemungkinan kalau ada projekan custom build atau request desain motor yang aneh-aneh, gua siap menerima projekan itu,” kata Fadil.
Kehadiran Scoutro menjadi salah satu contoh bagaimana ide sederhana dari lingkungan sekitar bisa berkembang menjadi inovasi yang bermanfaat. Di tengah berkembangnya industri kendaraan listrik, karya mahasiswa seperti ini dinilai mampu menunjukkan bahwa talenta anak muda Indonesia tidak kalah bersaing.
Apalagi kebutuhan kendaraan ramah lingkungan untuk kawasan konservasi memang semakin dibutuhkan. Selain minim polusi suara, motor listrik juga dianggap lebih cocok digunakan di area habitat satwa liar karena lebih senyap dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.
Inovasi Fadil pun menuai banyak respons positif di media sosial. Banyak warganet berharap karya seperti Scoutro bisa mendapat dukungan agar berkembang menjadi produk lokal yang benar-benar digunakan di lapangan.
(MAM/RED)
← Kembali ke Daftar