Ledakan di Laut Sumenep, Nelayan Gili Genting Bongkar Aksi Pengeboman Ikan di Karang Temon
Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 28 Oct 2025 07:40
FOTO: Aksi Pengepungan oleh nelayan Kapal pengeboman ikan di laut Gili genting - Gili Labak Dok. KabarPemerintah.com
SUMENEP, KabarPemerintah.com – Aksi perusakan laut kembali terjadi di perairan antara Pulau Gili Genting dan Gili Labak, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Minggu (26/10/2025), seorang nelayan menjadi saksi langsung aksi pengeboman ikan yang diduga dilakukan kapal tak dikenal di kawasan Karang Temon yang merupakan spot favorit para pemancing karena keindahan terumbu karangnya.
Ahmad Ghazali, nelayan asal Gili Genting, mengaku awalnya hanya ingin memancing seperti biasa. Namun sesampainya di lokasi, ia melihat kapal besar yang mencurigakan.
“Saya kira kapal jaring biasa, tapi tiba-tiba ada ledakan keras dari bawah laut, di sebelah kiri kapal itu,” ujar Ahmad, Senin (27/10/2025).
Ledakan itu membuat air laut bergejolak. Ahmad bersama rekan-rekannya langsung mendekati kapal dan menegur awaknya. Namun, para pelaku justru diam seolah tidak peduli.
“Mereka malah menarik selang dari bawah kapal, ternyata itu jaring penampung ikan hasil bom. Tak lama muncul seorang penyelam dari bawah air,” tambahnya.
Para nelayan pun berusaha mengepung kapal tersebut. Sayangnya, upaya mereka terkendala sinyal komunikasi yang buruk di tengah laut. Saat situasi semakin panas, kapal besar itu menyalakan mesin induk dan kabur dengan kecepatan tinggi.
“Kapal mereka pakai dua mesin diesel besar, enam silinder. Kami kejar tapi kalah cepat. Saya sempat videokan kejadiannya,” ungkap Ahmad.
Ia pun berharap pemerintah daerah dan aparat hukum tidak tinggal diam terhadap kasus ini. Menurutnya, pengeboman ikan di laut Sumenep bukan hal baru, dan sudah sering terjadi tanpa tindakan tegas.
“Pemerintah harus lebih tegas. Jangan tunggu laut hancur baru bergerak. Rumah ikan aja dibom, nanti nelayan mau cari ikan di mana?” tegas Ahmad.
Ahmad juga memperingatkan, jika penegakan hukum terus lemah, nelayan bisa kembali bertindak sendiri seperti beberapa tahun lalu ketika mereka membakar kapal pukat di Gili Genting karena aparat tidak menindak pelaku.
“Kalau terus dibiarkan, jangan salahkan nelayan kalau ambil tindakan,” ujarnya geram.
Aksi pengeboman ikan tidak hanya merusak ekosistem laut, tapi juga menghancurkan mata pencaharian nelayan kecil. Kejadian ini menjadi peringatan serius agar pemerintah memperketat pengawasan laut di wilayah kepulauan Sumenep sebelum keindahan bawah lautnya benar-benar hilang.
(KabarPemerintah.com/M.AM)
← Kembali ke Daftar