Komitmen Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Targetkan Sekolah Modern dan Berbasis Teknologi Rampung 2028
Ditulis oleh herman - 30 Apr 2026 01:05
FOTO: Presiden Prabowo meninjau pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Cilacap. Dok. Setpres/Laily Rachev
SILACAP, KabarPemerintah.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional melalui renovasi sekolah dan transformasi pembelajaran berbasis teknologi. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat diperbaiki secara bertahap hingga selesai pada 2028.
Hal tersebut disampaikan Presiden usai meninjau proses renovasi di SMAN 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Menurut Kepala Negara, jumlah sekolah di Indonesia mencapai ratusan ribu dan membutuhkan percepatan pembenahan agar seluruh siswa memperoleh fasilitas belajar yang layak dan setara.
“Tahun ini puluhan ribu sekolah ditargetkan selesai. Setelah itu dilanjutkan bertahap hingga seluruh sekolah tuntas pada 2028,” ujar Prabowo.
Namun Presiden menekankan, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya memperbaiki bangunan fisik. Ia ingin sekolah-sekolah Indonesia naik kelas dengan menghadirkan sistem belajar modern yang relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah penyediaan ruang kelas digital atau smart classroom di seluruh sekolah. Setiap ruang belajar nantinya ditargetkan memiliki layar interaktif dan perangkat pendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Menurut Prabowo, penggunaan perangkat digital akan memudahkan guru menyampaikan materi sekaligus memberi kesempatan siswa mengulang pelajaran kapan saja melalui sistem perangkat lunak yang tersedia.
“Dengan sistem digital, proses belajar akan lebih interaktif. Murid dan guru bisa mengakses materi kapan pun dibutuhkan,” katanya.
Tak berhenti di sana, Presiden juga menyiapkan pengembangan studio pembelajaran terpusat di Jakarta. Fasilitas ini dirancang menghadirkan tenaga pengajar terbaik untuk menjangkau sekolah-sekolah di seluruh Indonesia secara daring.
Ia mencontohkan, untuk mata pelajaran bahasa asing, pemerintah akan menghadirkan pengajar berkualitas termasuk penutur asli agar siswa Indonesia memiliki kemampuan global sejak usia dini.
Bahasa Inggris, Mandarin, dan sejumlah bahasa asing lain disebut akan diperkuat mulai jenjang sekolah dasar sebagai bekal menghadapi persaingan internasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi besar pemerintah membangun generasi unggul melalui pendidikan berkualitas, berkarakter, dan melek teknologi.
Dengan pembangunan sekolah modern serta peningkatan mutu pengajaran, pemerintah ingin memastikan masa depan Indonesia lahir dari ruang kelas yang maju, nyaman, dan mampu mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi.
(FS/MAM)
← Kembali ke Daftar