Kepala BGN Baru Siapkan Evaluasi Besar-besaran MBG, Dapur hingga Penerima Manfaat Bakal Dikaji Ulang
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 09 Jun 2026 07:45
FOTO: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Nanik S. Deyang. Dok. BPMI Setpres
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Nanik S. Deyang, langsung menyiapkan langkah pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bersama dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Trenggono, Nanik menegaskan fokus utama BGN ke depan bukan lagi mengejar jumlah, melainkan memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkualitas.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Menurut Nanik, BGN akan melakukan sejumlah langkah efisiensi agar pelaksanaan program unggulan pemerintah itu tidak membebani keuangan negara, tanpa mengurangi kualitas asupan gizi yang diterima masyarakat.
"Kami fokus pada efisiensi anggaran, tetapi target pemenuhan gizi tetap menjadi prioritas," ujarnya.
Dapur MBG Dievaluasi, Moratorium Disiapkan
Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah moratorium pembangunan dapur MBG. Kebijakan ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan riil di lapangan sekaligus memetakan kapasitas dapur yang telah beroperasi.
BGN ingin memastikan setiap dapur benar-benar dibutuhkan dan mampu melayani penerima manfaat secara optimal. Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah jumlah dapur yang ada saat ini sudah sesuai kebutuhan atau justru berlebihan di beberapa wilayah.
Langkah tersebut dinilai penting agar anggaran yang tersedia dapat digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Penerima Manfaat 63 Juta Orang Akan Dikaji Ulang
Tak hanya infrastruktur dapur, BGN juga berencana melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG.
Nanik menilai perlu dilakukan kajian ulang terhadap data sekitar 63 juta penerima manfaat yang saat ini menjadi sasaran program. Tujuannya agar bantuan gizi benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan intervensi gizi secara langsung.
"Kami ingin memastikan siapa yang benar-benar membutuhkan. Jika ada yang tidak tepat sasaran, maka akan dilakukan penyesuaian sehingga kelompok yang belum tersentuh program bisa mendapatkan manfaat," katanya.
Fokus Kualitas, Bukan Sekadar Mengejar Angka
BGN juga menegaskan tahun 2026 akan menjadi momentum penguatan kualitas program. Seluruh dapur MBG yang sudah berjalan bakal diperiksa untuk memastikan operasionalnya sesuai petunjuk teknis dan standar yang telah ditetapkan.
Evaluasi tersebut mencakup tata kelola, kualitas makanan, hingga sistem distribusi kepada penerima manfaat.
"Kami tidak sedang mengejar kuantitas. Yang terpenting adalah kualitas layanan dan manfaat yang diterima masyarakat," tegas Nanik.
Daerah 3T Dibidik Lewat Kolaborasi dan CSR
Untuk memperluas jangkauan program di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), BGN membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari BUMN maupun perusahaan swasta menjadi salah satu opsi yang sedang disiapkan. Selain itu, peluang hibah dari lembaga internasional juga akan dijajaki guna mempercepat pemerataan layanan gizi di daerah yang masih sulit dijangkau.
Melalui serangkaian evaluasi dan penataan ulang tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
(RMN/YD)
← Kembali ke Daftar