Kementan Genjot Perluasan Kebun Tebu 2026, Target Hampir 98 Ribu Hektare Dikebut
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 25 May 2026 06:19
FOTO: Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Ali Dok. Kementan/M. Digi Jamil Dok.
SURABAYA, KabarPemerintah.com - Pemerintah terus mempercepat program pengembangan perkebunan tebu nasional demi mendukung target swasembada gula. Melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, proses penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program hilirisasi tebu tahun 2026 kini dipacu lebih cepat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar target pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare yang tersebar di 11 provinsi. Seluruh pabrik gula, baik milik BUMN maupun swasta, diminta terlibat aktif dalam verifikasi lahan dan pemenuhan CPCL di lapangan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Ali Jamil, menegaskan percepatan ini menjadi bagian penting dari program besar pemerintah untuk memperkuat sektor gula nasional.
Menurut Ali Jamil, pemerintah ingin memastikan target pengembangan tebu tahun 2026 bisa terealisasi penuh sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Karena itu, seluruh perusahaan gula diminta bergerak cepat membantu proses pendataan hingga verifikasi lahan.
“Kami meminta seluruh pabrik gula, baik SGN, RNI maupun swasta untuk bergerak cepat membantu pemenuhan CPCL,” ujar Ali Jamil dalam rapat koordinasi percepatan penetapan CPCL program hilirisasi perkebunan tebu di Surabaya.
Tak hanya fokus pada perluasan lahan tanam, pemerintah juga mulai membangun sistem hilirisasi tebu yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat produksi gula nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah industri perkebunan.
Saat ini, proses verifikasi data CPCL terus dipercepat melalui koordinasi dengan dinas perkebunan kabupaten, provinsi hingga BRMP. Pemerintah juga meminta seluruh kelengkapan dokumen terhadap surat keputusan yang sudah terbit segera diselesaikan agar proses penetapan tidak terhambat.
Untuk memenuhi sisa target pengembangan kawasan tebu, Kementan turut mengidentifikasi sejumlah lahan potensial di berbagai wilayah. Beberapa di antaranya berasal dari lahan milik TNI AD, TNI AL, TNI AU, Perhutani, kawasan perhutanan sosial hingga lahan potensial lainnya.
Ali Jamil menilai keberhasilan program pengembangan tebu nasional sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, percepatan kerja dan sinergi antarinstansi menjadi faktor utama dalam mendukung target swasembada gula nasional.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor tebu sebagai bagian dari strategi besar memenuhi kebutuhan gula nasional dari produksi dalam negeri. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, serta penguatan hilirisasi industri gula di Indonesia.
(RMN/YD)
← Kembali ke Daftar