Logo Kabarpemerintah
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Hilirisasi Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemakmuran. Komitmen Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Targetkan Sekolah Modern dan Berbasis Teknologi Rampung 2028. Dari MBG hingga Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Dorong Arus Ekonomi Kembali ke Rakyat.

Kemenkeu Yakin Rupiah Tak Lama di Level Lemah, Kenaikan Harga Minyak Sudah Diantisipasi

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 19 May 2026 13:12

Kemenkeu Yakin Rupiah Tak Lama di Level Lemah, Kenaikan Harga Minyak Sudah Diantisipasi

FOTO: Kementrian Keuangan Purbaya Yudi Sadewa, konferensi pers APBN KiTa Dok. Istimewa

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Kementerian Keuangan memastikan gejolak global yang memicu kenaikan harga minyak dunia hingga penguatan dolar AS sudah masuk dalam perhitungan pemerintah. Meski nilai tukar rupiah sempat tertekan, pemerintah optimistis kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama.
Hal itu disampaikan Kementerian Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers APBN KiTa pada Senin (19/5/2025).

Menurut Purbaya, kondisi fiskal Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang aman dan terkendali. Bahkan, lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings menilai fundamental fiskal Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Semua sudah diperhitungkan. Kenaikan minyak yang memicu kenaikan dolar dan pelemahan rupiah sudah masuk dalam skenario pemerintah,” ujar Purbaya dalam konferensi pers tersebut.

Ia menjelaskan, pemerintah sengaja memberikan ruang lebih besar kepada sektor swasta agar pertumbuhan ekonomi bisa bergerak lebih cepat tanpa membebani fiskal negara secara berlebihan.

“Hitungan S&P sendiri, fiskal kita baik. Jadi sebenarnya ada semacam trik kebijakan, kita memberikan ruang kepada private sector. Semua didesain oleh Pak Presiden, fiskal tetap terjaga tapi pertumbuhan bisa lebih cepat,” katanya.

Purbaya juga menepis kekhawatiran bahwa rupiah akan terus berada di level lemah dalam waktu lama. Ia menilai tekanan terhadap mata uang Garuda hanya bersifat sementara karena data ekonomi domestik masih menunjukkan kondisi yang kuat.

“Rupiah tidak akan berada di level ini dalam jangka waktu yang lama, karena dari data-data yang tadi disampaikan, fundamental kita masih cukup kuat,” tegasnya.

Pemerintah saat ini terus memantau perkembangan geopolitik global dan pergerakan harga komoditas dunia, termasuk minyak mentah yang belakangan mengalami lonjakan akibat tensi internasional dan ketidakpastian ekonomi global.
Di sisi lain, Kemenkeu memastikan stabilitas APBN tetap menjadi prioritas utama agar daya tahan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tekanan eksternal.

(MAM/RED)

← Kembali ke Daftar