Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Kematian Pasien di Puskesmas Bluto Picu Dugaan Malpraktik, Warga Desak Investigasi Penuh

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 26 Nov 2025 19:58

Kematian Pasien di Puskesmas Bluto Picu Dugaan Malpraktik, Warga Desak Investigasi Penuh

FOTO: Hariyono Tokoh Muda Sumenep

SUMENEP, KabarPemerintah.com— Kasus meninggalnya seorang pasien berinisial H di Puskesmas Bluto, Sumenep, Jawa Timur, terus memantik perhatian publik. Warga mendesak agar insiden tersebut tidak dibiarkan mengambang dan menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan P2KB Sumenep.

Tokoh pemuda setempat, Hariyono, menyebut ada banyak kejanggalan yang dirasakan keluarga maupun warga yang mendampingi pasien. “Cara meninggalnya sudah tidak wajar. Di masyarakat mulai muncul dugaan-dugaan yang mengarah ke malpraktik,” ujarnya kepada media.

Menurutnya, dugaan itu muncul setelah mencuat kesaksian mengenai keterlambatan proses rujukan hingga informasi bahwa tabung oksigen yang digunakan diduga tidak berfungsi saat tindakan medis berlangsung.

“Persoalan seperti itu tidak bisa dianggap sepele. Ini menyangkut nyawa. Jadi harus diusut tuntas, jangan hanya dibalas asumsi,” tegasnya.

Hariyono juga mempertanyakan apakah seluruh prosedur medis sudah dijalankan sesuai standar operasional. Ia menilai indikasi oksigen tidak bekerja dengan baik merupakan sinyal adanya persoalan serius dalam fasilitas pelayanan.

Karena itu, ia mendesak agar pihak terkait mengusut kasus ini secara objektif dan transparan. “Biar keraguan publik terjawab dan semuanya jelas,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bluto, dr. Rifmi Utami, menegaskan bahwa pasien sudah mendapatkan penanganan sesuai standar pra-rujukan. Mulai pemasangan infus, pemberian oksigen, hingga obat emergensi untuk keluhan nyeri dada.

“Tim medis sudah melakukan upaya stabilisasi sambil menyiapkan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Saat itu juga ada satu kasus gawat darurat lain yang sedang dalam proses rujukan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Namun, lanjut Rifmi, kondisi pasien terus menurun dan tidak bisa dipertahankan meski intervensi medis sudah diberikan.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Upaya yang kami lakukan tidak mampu menyelamatkan pasien. Semoga almarhumah husnul khotimah,” ujarnya.

Diketahui, pasien perempuan berinisial H meninggal dunia pada Senin, 24 November 2025. Pihak keluarga menduga kepergian H berkaitan dengan kelalaian petugas puskesmas, terutama terkait dugaan tabung oksigen yang kosong dan rujukan yang terlambat.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar